Lombok Tengah, MI– Sirkuit Internasional Mandalika dipenuhi ribuan pelari dalam ajang Pocari Sweat Run Lombok 2026. Sebanyak 9.200 peserta ambil bagian dalam berbagai kategori lomba, dengan 4.200 pelari di antaranya mengikuti kategori Sunset Run 4,3 kilometer yang melintasi satu putaran penuh lintasan balap kelas dunia tersebut.
Ajang yang digelar di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu mempertandingkan empat kategori, yakni 4,3K, 10K, half marathon, dan marathon, sehingga dapat diikuti pelari dari berbagai tingkat kemampuan.
Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, mengungkapkan antusiasme peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia. Dari total 9.200 pelari, hanya sekitar 28 persen berasal dari Lombok, sedangkan lebih dari 70 persen merupakan peserta dari luar daerah.
"Hari ini dan besok total peserta sebanyak 9.200 pelari dan hanya 28 persen dari Lombok. Jadi artinya lebih dari 70 persen berasal dari luar Lombok," ujar Puspita usai melepas peserta.
Puspita menilai penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok tidak sekadar menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi penggerak sektor pariwisata daerah. Kehadiran ribuan peserta dari luar NTB diyakini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat karena para pelari umumnya memanfaatkan kesempatan untuk menikmati berbagai destinasi wisata di Pulau Lombok.
"Ini bukan hanya ajang lari. Peserta datang juga untuk menikmati pantai, gunung, dan berbagai destinasi wisata di Lombok. Jadi kegiatan ini bisa terintegrasi dengan pariwisata," katanya.
Menurutnya, konsep sport tourism menjadi strategi efektif untuk memperkenalkan keindahan Lombok kepada wisatawan sekaligus meningkatkan kunjungan ke NTB.
Dengan memanfaatkan Sirkuit Internasional Mandalika sebagai arena lomba, Pocari Sweat Run Lombok 2026 mempertegas posisi kawasan tersebut tidak hanya sebagai pusat olahraga otomotif, tetapi juga sebagai destinasi berbagai ajang olahraga berskala nasional yang mampu menarik ribuan peserta dan wisatawan dari berbagai daerah.**
