Jakarta, MI – PBSI resmi memulai proses transisi Bagas Maulana dari sektor ganda putra ke ganda campuran. Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu akan berpasangan dengan Indah Cahya Sari Jamil pada ajang Polytron Indonesia International Challenge 2026 di Pontianak.
Keputusan tersebut diambil setelah Bagas menyampaikan keinginannya untuk fokus berkarier di sektor ganda campuran. PBSI pun menyetujui permintaan itu sebagai bagian dari pengembangan karier atlet.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, mengatakan perpindahan sektor dilakukan melalui pembahasan bersama tim pelatih.
"Bagas Maulana telah menyampaikan keinginannya untuk beralih fokus dari sektor ganda putra ke ganda campuran," kata Eng Hian dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).
Menurut Eng Hian, proses adaptasi tidak akan dilakukan secara instan. PBSI memilih menjalankan transisi secara bertahap sambil memantau perkembangan permainan Bagas di sektor barunya.
"Setelah melalui diskusi bersama tim pelatih, kami memberikan kesempatan kepada Bagas untuk menjalani proses transisi tersebut sebagai bagian dari pengembangan kariernya," ujarnya.
Turnamen di Pontianak akan menjadi panggung pertama bagi duet Bagas-Indah. PBSI ingin mengukur kemampuan keduanya dalam membangun komunikasi, pola permainan, pembagian area, hingga menghadapi tekanan pertandingan.
Eng Hian menegaskan pasangan Bagas dan Indah belum berstatus permanen. Hasil di beberapa turnamen awal akan menjadi dasar evaluasi sebelum PBSI menentukan langkah berikutnya.
"Kombinasi ini merupakan bagian dari upaya penyegaran pasangan sekaligus untuk mencoba opsi baru di sektor ganda campuran," jelasnya.
Ia menambahkan, tim pelatih tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan satu turnamen.
"Kami tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan. Turnamen-turnamen awal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menentukan arah pembinaan dan kemungkinan pengembangan pasangan ini ke depan," tutur Eng Hian.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya PBSI menyegarkan sektor ganda campuran sekaligus membuka peluang baru bagi Bagas Maulana untuk melanjutkan kariernya dengan tantangan yang berbeda.**
