25 Orang Tewas Tertembak Ketika Operasi Penggrebekan Polisi di Rio de Janeiro

  • Whatsapp
Operasi Penggrebekan Polisi di Rio de Janeiro

Rio de Janeiro, Monitorindonesia.com Polisi melakukan operasi penggrebekan komplotan bandar obat-obat terlarang di kawasan kumuh di Rio de Janeiro Kamis (06/05/2021) dan setidaknya menewaskan satu aggota kepolisian dan 24 orang lainnya tewas tertembak, tutur pihak berwenang.

Anggota kepolisian melalui konfrensi pers mengkonfirmasi kematian salah satu dari mereka dan 24 orang terduga pelaku kriminal melalui sebuah pesan kepada asosiasi media lokal.

Sebuah helikopter kepolisian terbang di sekitar kawasan kumuh Jacarezinho karena kelompok pria bersenjata melarikan diri dari petugas melalui atap rumah penduduk, menurut gambar yang ditampilkan televise.

Seorang wanita menuturkan kepada asosiasi media bahwa dia meliha seorang aparat kepolisian membunuh pria yang sudah terluka parah yang menurutnya sudah tidak berdaya dan tidak memiliki senjata yang kemudian mereka menemukannya bersembunyi di rumah wanita tersebut.

Felipe Curi, seorang detektif kepolisian menyangkal adanya eksekusi demikian. “ Tidak ada tersangka yang sengaja dibunuh, mereka merupakan bandar narkoba dan penjahat yang mencoba menghabisi nyawa para petugas dan tidak ada alternative lain,” dia menjelaskan pada saat konferensi pers.

Polisi harus berusha memasuki kawasan kumuh tersebut karena hambatan yang sudah disiapkan, menurut detektif. Baku tembak terjadi di antara warga sipil. Selama operasi berlangsung, beberapa orang yang diduga anggota dari komplotan tersebut memasuki rumah warga untuk bersembunyi. Enam diantaranya sudah ditahan.

Polisi juga menahan 16 pistol, 6 senapan, 1 senjata submesin, 12 granat dan 1 senjata shotgun. Layanan kereta bawah tanah diberhentikan karena ketegangan baku tembak di kawasan tersebut, menurut perusahaan kereta bawah tanah tersebut karena sebelumnya ada dua orang penumpang terluka karena dikenai peluru nyasar.

Jacarezinho, salah satu kota kumuh terpadat dengan 40,000 penduduk yang didominasi oleh Comando Vermelho, salah satu organisasi kriminal terkenal di Brazil. Polisi menduga bahwa Jacarezinho merupakan pusat dari kelompok ini.

Operasi Kamis (06/05/2021) ditujukan untuk menyelidiki perekrutan para remaja untuk membajak kereta dan melakukan tindakan kriminal lainnya, polisi menyatakan.[Yohana RJ]

 

Sumber: VOA News

Pos terkait