Perpanjangan PPKM Darurat disertai Pembenahan

  • Whatsapp
Perpanjangan PPKM Darurat disertai Pembenahan
Sekjen OPSI Timboel Siregar [Doc]

Oleh: Timboel Siregar/Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI)

 

Bacaan Lainnya

PRESIDEN Joko Widodo baru saja mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021. Pelaksanaan PPKM darurat yang dimulai sejak 3 Juli 2021 hingga 20 Juli ini belum menurunkan secara signifikan kasus pertambahan kasus positif Covid19, kasus kematian masih di atas angka 1.000, dan Rumah Sakit belum kembali normal.

Tentunya dengan adanya perpanjangan ini diharapkan PPKM Darurat bisa lebih ditingkatkan agar benar-benar dapat menurunkan kasus positif secara signifikan, menurunkan tingkat kematian dan RS kembali normal. Pembatasan kegiatan masyarakat harus ditingkatkan sehingga bisa menurunkan mobilitas penduduk hingga 50 persen.

Dan salah satu yang harus dilakukan dengan lebih fokus adalah menunkan mobilitas penduduk di tingkat mikro, yaitu di tingkat RT/RW sehingga benar-benar masyarakat dapat tetap tinggal di rumah.

Dengan adanya perpanjangan PPKM Darurat, Pemerintah harus segera mempercepat penyaluran berbagai program bantuan sosial yang telah disebutkan Pak Presiden tadi, yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan kuota internet, dan subsidi listrik, memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar Rp1,2 juta untuk sekitar 1 juta usaha mikro.

Program BST juga harus menyasar para pekerja yang terdampak sehingga daya beli mereka bisa tetap terjaga. Pemerintah harus memastikan pekerja yang akan dibantu benar-benar pekerja yang terdampak, tidak lagi menggunakan data kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan. Faktanya, masih banyak pekerja yang belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami dampak masa pandemi ini.

Selagi menerapkan PPKM Darurat dengan lebih serius, Pemerintah pun harus juga serius mengebut proses vaksinasi sehingga target 1 juta vaksinasi per hari dapat tercapai secara stabil setiap hari, sehingga target proses vaksinasi selesai dalam setahun.

Saat ini pencapaian vaksinasi masih rendah. Target rakyat yang akan divaksinasi sebanyak 208.265.720 orang atau 77 persen dari total penduduk Indonesia 270 juta. Namun hingga tanggal 18 Juli kemarin lusa jumlah yang sudah divaksin pertama sebanyak 41.673.464 orang, dan yang sudah divaksinasi kedua sebanyak 16.274.150 orang atau sekitar 7,8%.

Selama proses vaksinasi ini ada beberapa hal yang perlu dikritisi guna mendukung percepatan vaksinasi di masyaralat, yaitu, pertama, pelaksanaan Vaksinasi Program (vaksinasi gratis) massif dilakukan tetapi cenderung berpotensi melanggar Prokes 5M.

#Perpanjangan PPKM Darurat

Pos terkait