Mewaspadai Website ELA ELO sebagai pengganti Plaforn X/Twitter

Roy Suryo - Pemerhati Telematika, Multimedia, AI & OCB Independen

Roy Suryo - Pemerhati Telematika, Multimedia, AI & OCB Independen

Diperbarui 17 Juni 2024 21:32 WIB
Roy Suryo (Foto: Dok MI)
Roy Suryo (Foto: Dok MI)

Hari2 ini Netizen, utamanya pengguna Platform X / Twitter milik Elon Musk di Indonesia heboh, karena santer terdengar rencana Kemkominfo akan menutup Platform medsos tsb dikarenakan mengizinkan penayangan hal2 yg berbau Pornografi yg Dilarang menurut Yurisdiksi Indonesia. 

Sikap Pemerintah ini menuai Pro dan Kontra, disatui sisi banyak yg mendukung penutupan akses Pornografi, namun disisi lain tidak sedikit pula yg menentang penutupan Platformnya.

Sementara juga beredar kabar bahwa Pemerintah meluncurkan Website pengganti Platform X / Twitter yg bernama "Elaelo", namun sampai dgn saat tulisan ini dibuat belum ada Release resmi dari Website yg kini sudah mencantumkan Logo Garuda Pancasila tsb. 

Pencantuman Logo Lambang Negara ini sebenarnya juga harus dikritisi, karena biasanya Situs / Website yg mencantumkan adalah yg memang benar2 resmi kenegaraan atau bernama domain go.id (Government Indonesia).

Saya kemarin mengibaratkan Penutupan Platform X / Twitter secara total ini sama saja dengan "Mencari Tikus dengan Membakar Lumbung"-nya, karena akibatnya justru akan dirasakan kurang baik bagi Netizen secara keseluruhan, karena meski Pornografi sudah sangat marak dan meresahkan, namun kalau antisipasinya kurang tepat bahkan terkesan serampangan, wajar kalau banyak yg mengecam tindakan pemerintah ini sebagai kebijakan yg kurang bijak alias tidak cerdas.

Sebab sebenarnya -ibarat Tikus di Lumbung- yg perlu dicari adalah Tikusnya, alias Akun pengunggah Pornografinya tsb yg ditepis, bukan Lumbungnya yg dibakar dan secara teknis hal tsb dimungkinkan.

Apalagi sudah semenjak 5 tahun lalu, tepatnya di Akhir 2017 (tepatnya 28/12/17) Pemerintah sudah diberikan Anggaran sebesar 200 Milyar utk membeli Mesin AIs yg bisa berjalan dgn AI (Artificial Intelligence, alias memiliki Kecerdasan Buatan yg pintar) alias tidak perlu bersikap bodoh dalam mengantisipasi masalah lagi. 

Meski masih harua digawangi oleh sekitar 250 orang yg bekerja 24/7 alias nonstop 24-jam 7-hari seminggu, namun mesin AIs tsb dpt "mengais" alias melalukan Crawling thdp Konten2 Pornografi di berbagai Platform, bahkan termasuk juga konten2 Perjudian.

Jadi kenapa tidak dimaksimalkan penggunannya oleh Kemkominfo? Sebuah pertanyaan besar yg banyak ditanyakan masyarakat terkait Rencana upaya Penutupan secara total Platform X / Twitter yg memang jauh lebih mudah, tinggal tutup, selesai itu. 

Saya ingat saat peluncurannya, mesin ini diuji coba dan dalam tiga hari mampu mendeteksi sekitar 120 ribu situs porno dari Indonesia, dari total 1,2 juta alamat internet yang di-crawling.

Hasil pengaisan atau crawlingan ini kemudian dirapatkan oleh Panel Forum yg dibentuk utk ditentukan sikapnya, apakah diingatkan, di-suspend atau bahkan sampai ditake down dan diambil tindakan hukum bilamana sudah jelas melanggar Undang-undang. Jadi mekanismenya jelas dan komprehensif, tidak asal tutup secara total saja.

Sementara itu Netizen kini ramai dgn kemunculan Website bernama "Elaelo" yg memikiki domain elaelo.id (bukan go.id). Nama domain tersebut dibuat pada Desember 2023 tepatnya 12/12/23 dan terregistrasi atas nama PT Aksara Data Digital yg beralamat di Gedung Cyber ​​1 Lantai 3, Jl. Kuningan Barat Raya No.8 Jakarta Selatan.

Sekalilagi saya mempertanyakan kelas domain yg dipakai (langsung hanya .id bukan go.id) padahal jelas2 sekarang ada Lambang Garuda Pancasila di Frontpage Websitenya tsb.

Kalau ditelisik, Situs ini terpantau muncul di Internet pada awal Maret kemarin, tepatnya 05/03/24. Saat itu sudah memasang foto Guy Fawkes namun tulisan "Welcome to elaelo - Medsos Lokal Pengganti X/Twitter" & logo Burung Garuda belum muncul.

Baru pada tgl 17/06/24 kemarin tampilannya menjadi tampak "resmi" spt sekarang ini. Tetapi terusterang banyak yg meragukan keabsahan & keamanan dari situs Elaelo ini. Karena tidak diketahui jelas sapa pembuat & penanggungjawabnya, maka sangat riskan bilamana Netizen memasukkan email pribadi yg berujung bisa dipakai utk berbagai tindakan kejahatan cyber spt Phishing, Hacking, hingga banyak lagi.

Lalu, apakah situs ini asli benar2 ibuat oleh Pemerintah -karena ada Lambang Negara Garuda Pancasila- sebagai alternatif ketika Kominfo memblokir X / Twitter nanti? Sebaiknya kita menunggu release resmi dari Kenkominfo, syukur2 diumumkan sendiri oleh Menkominfonya, Budi Arie Setiadi, sebagai pertanggungjawaban resmi pemerintah jika benar2 menutup Platform X / Twitter di Indonesia.

Namun bila tidak resmi, sebaiknya Pemerintah juga tegas bersikap atas kemunculan situs Elaelo ini.

Sebenarnya pemilihan nama "Elaelo" ini menarik, karena kata "Ela elo" dalam bahasa daerah (Jawa) bisa diartikan sebagai Gela-gelo atau Menoleh kekanan dan kekiri, sebagaimana dalam Lagu "Sluku-sluku Bathok" yg makna filosofisnya mulia, karena "Bathok-e Ela elo" berarti mirip orang yg melafalkan Dzikir. 

Meski tidak sedikit pula komen Netizen yg mengartikan sebagai "plonga-plongo" (ngah ngon alias tidak mudeng) akibat tidak mengerti apa-apa dan tolah-toleh kanan kiri saja kepalanya. Bisa juga diartikan nama ini juga sindiran kepada si empunya Platform X / Twitter yakni Elo (tambah "n") Musk, alias Ela elo Musk ?

Namun lucunya saat Artikel ini ditulis, situs Elaelo sendiri sudah hilang dari internet dengan pesan bertuliskan "This Account Has Been Suspended!" atau "Akun ini telah Ditangguhkan!" saat diakses via browser Google, Opera, hingga Edge Hari Senin (17/06/24) siang. 

Jadi dengan demikian, Pemerintah harus mempertimbangkan betul sebelum menutup total salahsatu Platform, apalagi sebenarnya sudah pernah menganggarkan beaya besar Ratusan Milyar utk pembelian Mesin AIs yg dimungkinkan utk hal tsb.

Ketegasan dan kecerdasan sangat penting jangan malah hanya ikutan gela gelo apalagi plonga plongo.