Jakarta, MI – Marc Marquez memasuki MotoGP Inggris 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil impresif menjelang jeda musim panas. Namun, pebalap Ducati Lenovo itu menilai Sirkuit Silverstone justru menjadi salah satu tantangan terberat yang harus dihadapi dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
Marquez datang ke Inggris dengan modal tiga kemenangan dari empat seri terakhir. Rentetan hasil positif itu membuat juara bertahan MotoGP tersebut memangkas jarak poin secara signifikan. Setelah sempat tertinggal lebih dari 100 poin usai MotoGP Italia, kini ia hanya terpaut 18 poin dari pemuncak klasemen Jorge Martin dan telah naik ke posisi ketiga.
Meski sedang berada dalam tren positif, Marquez mengakui karakter Silverstone tidak pernah mudah ditaklukkan. Lintasan yang panjang, dipenuhi tikungan cepat, serta perubahan arah berkecepatan tinggi menjadi ujian fisik yang berat, terutama karena kondisi bahu kanannya belum pulih sepenuhnya.
Marquez mengungkapkan jeda kompetisi dimanfaatkannya untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus menjaga kebugaran agar mampu bersaing di Silverstone.
"Akhir pekan di Jerman berjalan sempurna. Kami mampu memaksimalkan setiap peluang dan meraih seluruh poin yang tersedia sehingga naik ke posisi ketiga klasemen," kata Marquez.
Ia menambahkan bahwa Silverstone bukan hanya menuntut ketahanan fisik, tetapi juga dipengaruhi cuaca yang sulit diprediksi.
"Saya memanfaatkan jeda untuk beristirahat sekaligus tetap berlatih. Silverstone adalah sirkuit yang panjang dan sangat menguras fisik. Selain itu, faktor cuaca selalu bisa mengubah jalannya balapan," ujarnya.
Catatan statistik juga menunjukkan Silverstone bukan sirkuit favorit Marquez. Sepanjang kariernya di kelas MotoGP, pebalap Spanyol itu baru sekali meraih kemenangan di lintasan legendaris Inggris tersebut. Bahkan pada musim 2025, ketika tampil dominan sepanjang musim, ia gagal menjadi pebalap tercepat di Silverstone.
Pengalaman di MotoGP Belanda juga menjadi peringatan. Saat berlaga di Assen yang memiliki karakter serupa, Marquez hanya finis keenam sebelum turun ke posisi ketujuh akibat penalti karena melanggar batas lintasan pada lap terakhir.
MotoGP Inggris akhir pekan ini pun diprediksi menjadi salah satu balapan paling krusial bagi Marquez. Jika mampu menaklukkan Silverstone, peluangnya untuk terus memangkas selisih poin dan menekan Jorge Martin dalam perebutan gelar juara dunia akan semakin terbuka.**
