Otsus Papua, Pendekatan Presiden Gus Dur Patut Ditiru

  • Whatsapp
Otsus Papua, Pendekatan Presiden Gus Dur Patut Ditiru
Natalius Pigai. dok pribadi

Jakarta, Monitorindonesia.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyambut baik usulan mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai soal Undang Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Yanuar Prihatin mengatakan, Natalius dalam silaturrahim yang ikut dihadiri Ketua Fraksi PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal mengusulkan agar pemerintah bisa membuka ruang dialog dengan masyarakat Papua guna menyelesaikan sejumlah persoalan yang terjadi di Papua.

Bacaan Lainnya

“Natalius Pigai mengusulkan agar pendekatan yang pernah dilakukan Presiden Gus Dur untuk penyelesaian masalah di Papua agar dirintis kembali oleh pemerintah pusat. Gus Dur menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dan kultural berbasis pada kebhinekaan, demokrasi dan kebangsaan,” terang Yanuar.

Kepada Fraksi PKB, masih kata Yanuar, Natalius juga menyampaikan soal Otsus Papua yang sudah berjalan selama 19 tahun.
Otsus masih belum menyelesaikan sejumlah masalah penting di Papua, seperti akses pendidikan dan kesehatan, kemiskinan yang masih menonjol, harga-harga barang yang masih tinggi, IPM yang masih rendah, dan sebagainya.

“Situasi ini harus segera diselesaikan,” kata dia menceritakan apa yang disampaikan Natalius.

Natalius, lanjut Yanuar, juga meminta pemerintah pusat agar bisa lebih responsif terkait Otsus Papua. Pemerintah juga diharapkan agar bisa mendengar dari dekat aspirasi dan keinginan masyarakat Papua.

“Pendekatan yang bersifat konvensional harus diakhiri, dan sudah waktunya membuka dialog yang lebih luas,” sambungnya.

Fraksi PKB, ditambahkan Yanuar, sepakat bahwa masyarakat Papua harus bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan bermartabat.

“Saya sendiri berpendapat, usulan Natalius Pigai untuk membuka dialog sangat penting untuk diapresiasi secara sungguh-sungguh. Masyarakat Papua menghendaki kehidupan yang lebih baik dan bermartabat,” katanya.[man]

Pos terkait