Pandemi Covid-19, Ekonomi Jakarta Tertekan

  • Whatsapp
Pandemi Covid-19, Ekonomi Jakarta Tertekan

Jakarta, Monitorindonesia.com – Wabah Covid-19 telah menyebabkan kondisi ekonomi Jakarta tertekan. Pengeluaran per- kapita Jakarta turun sebesar 1,62 persen dalam setahun terakhir.

“Apabila dilihat dari dimensi ekonomi yaitu pengeluaran per kapita yang disesuaikan warga DKI Jakarta mencapai Rp 18,23 juta per tahun, turun sebesar 1,62 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp.18,53 juta,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Anies menjelaskan, pandemi akibat virus Covid-19 yang berjalan sejak Maret 2020, berdampak sedemikian besar terhadap perekonomian bahkan kegiatan sosial. Pendemi telah membuat daya beli masyarakat melemah sehingga pengeluaran konsumsi masyarakat menurun.

Pertumbuhan ekonomi Jakarta yang pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar minus 2,36 persen. Sejak pertengahan Maret menyebabkan permintaan agregat domestik terkontraksi.

“Dari sisi pengeluaran, kontraksi perekonomian terjadi pada seluruh komponen kecuali Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) yang tumbuh sebesar 1,60 persen,” jelas Anies.

Anies mengungkapkan konsumsi rumah tangga yang merupakan motor pertumbuhan dari sisi pengeluaran mengalami kontraksi akibat menurunnya daya beli masyarakat.

Pembatasan kegiatan masyarakat untuk
mengatasi penyebaran virus sangat berpengaruh terhadap permintaan atau daya beli masyarakat. Aktifitas ekonomi yang turun dapat dilihat dari angka inflasi yang cukup rendah dimana inflasi di DKI Jakarta selama Januari – Desember tahun 2020 sebesar 1,59 persen, lebih rendah dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun 2019 yaitu 3,23 persen.

“Inflasi di DKI Jakarta selama Januari-Desember tahun 2020 sebesar 1,59 persen, lebih rendah dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun 2019 yaitu 3,23 persen,” kata Anies.[ben]

Pos terkait