Pansel Direksi BPJS Kesehatan Dinilai Tak Kompeten

  • Whatsapp
Pansel Direksi BPJS Kesehatan Dinilai Tak Kompeten
Arief Poyuono

Jakarta Monitor Indonesia.com– Presiden diminta perlu segera mengawasi langsung seleksi calon direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang sedang berlangsung. Karena badan ini nantinya akan mengumpulkan dana iuran masyarakat dan menggunakan APBN.

“Kami berharap, Presiden RI tidak salah pilih direksi BPJS Kesehatan yang baru agar memilih orang yang berpengalaman, punya kapabilitas dan track record yang jelas dan bersih,” Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono di Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Menurut Arief, Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Kevi Afiati telah menyebabkan Fraud dalam pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan sudah selayaknya tidak diusulkan sebagai direksi BPJS Kesehatan. Seharusnya, kata dia, pansel benar-benar mengetahui rekam jejak mengenai calon calon direksi BPJS Kesehatan yang melakukan Fraud berupa investasi saham dan reksa dana yang mengunakan dana BPJS ketenagakerjaan

Apalagi, tambah dia, Evi Afianti masih dalam proses pemeriksaan kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi investasi saham dan reksa dana oleh BPJS Ketenaga kerjaan yang merugikan negara puluhan triliun. Dugaan korupsi dengan dalih investsi saham dan reksadana yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan modusnya mirip dengan dugaan korupsi dalam pengelolaan uang dan dana investasi ini serupa dengan yang terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya.

“Karena itu Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendesak presiden Jokowi untuk tidak menempatkan Evi Afianti sebagai salah satu direksi di BPJS Kesehatan. Karena kami yakin tidak berapa lama lagi Kejagung akan menetapkan status tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut,” tegasnya.

Arief menegaskan, manajer investasi yang dipakai BPJS Ketenagakerjaan dalam investasi saham dan reksadana sama dengan Manajer Investasi yang di pakai oleh Jiwasraya yang telah menyebabkan kerugian puluhan triliun.(man)

Pos terkait