Pansus DPRD Usut Lelang Jabatan, Gerindra Mengaku Belum Diajak Diskusi

  • Whatsapp
kepgub-blessmiyanda
Wakil Ketua DPRD Jakarta, M Taufik.[MI/Drajat]

Monitorindonesia.com – Sikap ratusan aparat sipil negara (ASN) yang enggan mengikuti seleksi terbuka jabatan tinggi pratama atau setingkat eselon II menuai kontroversi.

Bahkan DPRD DKI Jakarta berencana membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menelusuri motif dan latar belakang sikap ASN Itu.

Bacaan Lainnya

Terkait hal itu Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik menanggapi dengan santai. Menurut Politisi Gerindra itu, mengikuti seleksi lelang jabatan merupakan keinginan pribadi.

“Kalau engga mau ya engga mau. Lagipula itu kan tidak semua, buktinya ada satu jabatan yang diperebutkan banyak ASN,” kata Taufik, di Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Adapun terkait pembentukan Pansus DPRD untuk mendalami sikap ASN, Taufik mengaku belum mengetahui rencana itu. “Belum tau,” singkat politisi Gerindra itu.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, DPRD DKI bakal membuat panitia khusus (Pansus) untuk menindaklanjuti penyebab ASN ogah naik jabatan.

“Kami akan bentuk pansus untuk menyelesaikan persoalan ASN yang enggan ikut peremajaan jabatan ini,” kata Pras sapaan akrabnya, di Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Pras melanjutkan, nantinya 239 ASN itu akan dipanggil oleh Pansus DPRD. Pemangggilan itu untuk mengetahui motif yang melatarbelakangi sikap ASN tersebut. Sebab Pras mengaku curiga ada motif tersembunyi bagi ASN enggan meningkatkan karirnya.

“ASN itu abdi negara, mereka wajib bekerja profesional dan karirnya berjenjang secara rigid sesuai undang-undang, apalagi gaji ASN di Jakarta paling tinggi se-nasional. Jadi, aneh apabila mereka menolak berkarir,” ujarnya. (Zat)

Pos terkait