Pasca Baku Tembak, MIT Pimpinan Ali Kalora Makin Terjepit

  • Whatsapp
Pasca Baku Tembak, MIT Pimpinan Ali Kalora Makin Terjepit
Brigjen Pol Rusdi Hartono.[ist]

Monitorindonesia.com – Mabes Polri menyatakan bahwa saat ini aktivitas kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora telah semakin terjepit pasca baku tembak dengan Satgas Madago Raya di pegunungan Andole, Poso, Pesisir Utara pada Senin (1/3) lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan bahwa pihaknya tengah memburu Ali Kalora cs di wilayah-wilayah sekitar baku tembak itu. Pasalnya, Ali Kalora sendiri diduga telah terkena luka tembak.

“Setelah TNI dan Polri banyak di sana, aktivitas merrka semakin terjepit mudah-mudahan bisa segera diselesaikan kelompok Ali Kalora ini,” kata Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/3).

Sejauh ini, kata dia, tim Satgas melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang membantu pengiriman persediaan logistik kepada kelompok teroris itu.

Diketahui, baku tembak pada Senin kemarin terjadi lantaran polisi mendapat informasi mengenai pengiriman bahan makanan dari seorang kurir kepada Ali Kalora cs. Walhasil, Satgas Madago Raya menyergap mereka.

“Yang jelas kalau keberadaan mereka di hutan kan perlu makanan juga. Kita mendalami pihak-pihak yang memberi logistik pada kelompok ini,” tambahnya lagi.

Dalam baku tembak itu, dua teroris atas nama Alfin dan Khairul yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) ini dinyatakan tewas. Selain itu, seorang prajurit TNI, Praka Dedy Irawan turut gugur.

Berdasarkan pendataan kepolisian, para teroris ini memiliki persediaan senjata api laras panjang dan pendek. Hanya saja, jumlahnya tak signifikan, yakni 1 laras panjang, dan dua laras pendek.

Selain itu, kata dia, MIT Poso juga menyiapkan bahan peledak yang digunakan untuk melawan petugas apabila terjadi kontak tembak. (Fanss)

Pos terkait