PBB: 160 Juta Anak di Dunia Terpaksa Bekerja Selama Pandemi

  • Whatsapp
PBB: 160 Juta Anak di Dunia Terpaksa Bekerja Selama Pandemi

Monitorindonesia.com – Sebuah laporan baru menemukan 160 juta anak atau sekitar hampir satu di antara sepuluh anak terlibat dalam pekerja anak dunia, meningkat sebesar 8.4 juta sejak 2016.

Sebuah laporan gabungan Organisasi Buruh Internasional (International Labor Organisation – ILO) dan Penggalangan Dana Anak-Anak PBB memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 memperburuk situasi yang telah memprihatinkan. Laporan yang diluncurkan sebelum hari penolakan buruh anak sedunia pada 12 Juni 2021.

Bacaan Lainnya

Ini peningkatan pertama yang dicatat dalam angka mutlak sejak Organisasi Buruh Internasional (ILO) mulai menelusuri perluasan buruh anak dunia 20 tahun lalu. Data menunjukkan hampir setengah dari anak-anak ini atau 79 juta yang terlibat dalam pekerjaan berbahaya, 6.5 juta lebih pada tahun 2016.

Pekerjaan berbahaya paling banyak dilakukan oleh buruh anak. Itu berbahaya, melukai fisik anak dan kesehatan mental anak dan bisa berakhir kematian. ILO melaporkan 70% anak bekerja di bidang pertanian, kebanyakan keluarga petani, 20% dalam layanan termasuk pekerjaan domestik dan 10% di industri.

Gambaran yang ditampilkan dari penelitian beragam di beberapa wilayah. Laporan tersebut menemukan buruh anak akan berkurang Asia Pasifik, berikut dengan Amerika Latin dan Karabian. Padahal buruh anak telah meningkat sangat tinggi di Afrika dan wilayah Sahara Afrika.

#160 Juta Anak

Pos terkait