PBB Minta Negara Tetangga Myanmar Berikan Penampungan

  • Whatsapp
PBB Minta Negara Tetangga Myanmar Berikan Penampungan
Penembakan Aparat ke Masyarakat Sipil di Myanmar.[Foto AP]

Monitorindonesia.com – Kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) dan badan pengungsi PBB (UNHCR) telah meminta negara-negara tetangga Myanmar untuk memberikan penampungan dan perlindungan bagi semua pengungsi yang melarikan diri dari kekerasan dan penganiayaan.

Dalam catatan kepada pers lewat situs un.org, Gillian Triggs, Asisten Komisaris Tinggi untuk Perlindungan di UNHCR, mengatakan bahwa siapa pun yang melintasi perbatasan Myanmar untuk mencari suaka di negara lain, sangat penting bisa mengaksesnya.

Bacaan Lainnya

“Anak-anak, wanita dan pria yang melarikan diri untuk hidup mereka harus diberi perlindungan. Mereka tidak boleh dikembalikan ke tempat yang kehidupan atau kebebasannya terancam. Prinsip non refoulement ini merupakan landasan hukum internasional dan mengikat semua negara,” ujarnya Kamis (1/4/2021)

Situasi di seluruh Myanmar telah memburuk dengan cepat sejak kudeta militer pada 1 Februari. Menurut OHCHR, setidaknya 510 pengunjuk rasa damai telah dibunuh oleh pasukan keamanan, dan lebih dari 2.600 orang ditahan, termasuk banyak orang yang ditahan tanpa komunikasi atau dihilangkan secara paksa.

Pada Kamis (1/4/2021), Kantor Wilayah Asia Tenggara OHCHR menyatakan penggerebekan malam hari, penangkapan massal dan pembunuhan telah menjadi kejadian sehari-hari di seluruh negeri.

“Otoritas militer de facto semakin menggunakan persenjataan berat seperti roket berpeluncur dan granat fragmentasi, senapan mesin berat, dan penembak jitu untuk membunuh demonstran dalam jumlah besar,” tambahnya.[man]

Pos terkait