China: PBB Tidak Menghadiri Konferensi Xinjiang Minggu Depan

  • Whatsapp
pbb-tidak-menghadiri-konferensi-xinjiang

Xinjiang, Monitorindonesia.com – China menegaskan negara anggota PBB untuk tidak menghadiri sebuah konferensi yang direncanakan oleh Jerman minggu depan terkait dengan kasus penindasan umat muslim Uyghur dan kelompok minoritas lainnya di Xinjiang, menurut tulisan yang dilihat oleh Reuters Jumat (07/05/2021).

“Itu merupakan sebuah kegiatan yang didasari politik,” misi negara bersatu menuliskan sebuah pesan Kamis (06/05/2021). “Kami meminta supaya tidak ambil bagian dalam kegiatan anti China.”

China menuduh panitia pelaksana kegiatan tersebut termasuk beberapa negara Eropa bersama dengan Australia dan Kanada menggunakan isu HAM sebagai sarana politik untuk mengurusi masalah internal China seperti kasus Xinjiang untuk menciptakan perpecahan dan goncangan dan gangguan perkembangan Cina.”

“Mereka berniat memprovokasi perlawanan dengan China,” tulis pesan tersebut “kegiatan provokasi hanya bisa menciptakan perpecahan yang lebih banyak lagi.”

Misi China untuk negara anggota PBB tidak langsung memberi respon terhadap permintaan komentar dari media.

Duta AS, Jerman dan Inggris dijadwalkan akan melakukan kegiatan secara virtual pada Rabu mendatang bersama dengan organisasi pemerhati HAM (Human Rights Watch) yand diwakili oleh Eksekutif Direktur Ken Roth dan Sekretaris Umum Amnesti Internasional Agnes Callamard.

Tujuan kegiatan tersebut untuk membahas bagaimana sistem PBB, negara anggota PBB dan masyarakat sipil dapat mendukung dan membela hak asasi para etnis Turki di Xinjiang,” menurut undangannya.

Para negara barat dan organisasi HAM telah menuduh para petugas berwajib Xinjiang menahan dan menyiksa para kelompok Uyghur di penampungan yang mana menurut AS sebagai tindakan pemunashan perlahan. Pada Januari lalu, Washington melarang import kain dan tomat dari Xinjiang karena kasus dugaan kerja paksa.

Beijing menyangkal tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa tenda tersebut pusat pelatihan untuk melawan para umat beragama ekstrimis.

“Beijing telah mencoba bertahun-tahun untuk mendiamkan pemerintah tetapi strategi itu telah gagal dengan sangat mengerikan, karena semakin banyak negara yang mengambil langkah maju untuk menyuarakan kekejian dan perubahan akan kriminal China terhadap kelompok Uyghur dan kelompok muslim turki lainnya,” Direktur pemerhati HAM PBB, Louis Charbonneau menuturkan Jumat (07/05/2021).[Yohana RJ]

 

Sumber : Reuters

Pos terkait