Pegawai Kepolisian Tewas Terbunuh, Warga Prancis Berikan Penghormatan Terakhir

  • Whatsapp
Pegawai Kepolisian Tewas Terbunuh, Warga Prancis Berikan Penghormatan Terakhir

Paris, Monitorindonesia.com – Ratusan orang termasuk diantaranya para imam muslim dan anggota kepolisian memberikan penghormatan terakhir terhadap pegawai kepolisian Prancis yang tewas ditusuk minggu lalu oleh seorang yang tinggal di Prancis berasal dari Tunisia dan meneriakkan “Allahu Akbar” atau “Allah Maha Besar”.

Petugas administrasi kepolisian, seorang ibu dari dua anak ditusuk tenggorokannya pada Jumat (23/04/2021) di pintu masuk kantor polisi tempat dia bekerja di kota Rambouillet, Paris Barat. Pelaku penyerangan ditembak mati oleh polisi.

Bacaan Lainnya

Polisi melakukan hening cipta di pintu masuk kantor polisi di seluruh Prancis untuk memberikan penghormatan kepada rekan kerja mereka.

“Rambouillet telah kehilangan satu bagian dan negara telah kehilangan sosok wanita hebat. Kami tidak akan mengujarkan kebencian,” Mayor Rambouillet Veronique Matillon mengungkapkan pada saat upacara.

Delegasi para Imam umat muslim di Prancis dan anggota komunitas muslim luar negeri juga meletakkan mawar putih di kantor kepolisian dan berkata bahwa pelaku tidak bagian dari mereka dan bukan perwakilan muslim.

“Stephanie lah yang mati martir bukan pelaku penyerangan tetapi dia adalah pembunuh dan dia telah pergi ke neraka abadi… semua petugas kepolisian yang tewas adalah martir,” tutur Hassen Chalghoumi, Imam Drancy di wilayah Paris.

Beberapa aparat kepolisian tewas terbunuh oleh serangan militant muslim dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2019, seorang mualaf yang bekerja di kantor polisi pusat Paris membunuh tiga orang petugas kepolisian dan satu karyawan biasa. Pada tahun 2016, seoarang keturunan Maroko-Prancis membunuh seorang komandan kepolisian dengan menusuk di luar rumahnya di kota Paris dan membunuh rekannya yang juga bekerja di kepolisian.

Sehari setelah kelompok bersenjata muslim membunuh 12 orang pada saat sindiran mingguan Charlie Hebdo, seorang muslim lainnya membunuh seorang polisi wanita. [Yohana RJ]

Sumber: Reuters

Pos terkait