Pejabat Ditjen Pajak Mulai Koperatif Diperiksa KPK

  • Whatsapp
ditjen pajak-terima-suap-rp-55-miliar
Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta yang menjadi tempat oknum pejabat terima suap yang kini disidik oleh KPK.[Foto/ddtc.co.id]

Monitorindonesia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa sejumlah pejabat Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan (Kemkeu) atas kasus suap. Pada Rabu (28/4/2021), Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji telah memenuhi panggilan KPK setelah sepekan sebelumnya tak hadir.

“Benar, yang bersangkutan hari ini telah hadir di Gedung Merah Putih KPK. Dipanggil dan diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pemeriksaan perpajakan Tahun 2016-2017 pada Ditjen Pajak,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (28/4/2021).

Bacaan Lainnya

Angin beserta pejabat Ditjen pajak lainnya diduga terlibat suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 di Ditjen Pajak Kemkeu. KPK sedang menyidik kasus dugaan suap bernilai puluhan miliar rupiah terkait penurunan nilai pajak di Ditjen Pajak Kemkeu.

Informasi yang dikumpulkan Monitorindonesia.com, baru dua pejabat pajak yang telah menyandang status tersangka kasus ini, yaitu Angin serta Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak.

KPK diharapkan tak hanya memeriksa dua pejabat tersebut, tapi juga pejabat lainnya seperti Kepala Inspektorat Pemeriksaan Pajak Ditjen Pajak, Ditjen Pajak sendiri dan Menteri Keuangan.

Angin dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations, serta Veronika Lindawati selaku kuasa wajib pajak Bank Panin, dan Agus Susetyo selaku konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama.[lin]

Pos terkait