Pemerintah Diminta Tetap Kucurkan BSU di 2021

  • Whatsapp
Pemerintah Diminta Tetap Kucurkan BSU di 2021
Sekjen OPSI Timboel Siregar

Jakarta, Monitorindonesia.com – Pandemi Covid-19 masih terus meningkat yang mempengaruhi ekonomi Indonesia. Hingga kini masih terus terjadi PHK dan kondisi perusahaan belum membaik sehingga menyebabkan daya beli pekerja menurun maka BLT Subsisi Gaji (BSU) masih sangat dibutuhkan oleh pekerja.

BSU akan meningkatkan daya beli pekerja sehingga mendukung konsumsi agregat yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan ekonomi 2020 yang terkontraksi 2,07 persen dibandingkan tahun 2019 menunjukkan kondisi konsumsi agregat di 2019 belum membaik.

Sekjen OPSI Timboel Siregar mengatakan, walaupun APBN 2021 tidak mengalokasikan Anggaran BSU, namun diharapkan Pemerintah bisa menganggarkan BSU di APBN Perubahan 2021 sehingga BSU tetap ada utk para pekerja. Pastinya harus diperbaiki data pekerja yang akan menerima BSU, tidak lagi didasarkan hanya pada data BPJS Ketenagakerjaannya, sehingga benar-benar tepat sasaran.

“Banyak pekerja yang dirumahkan tanpa upah, banyak pekerja yang dipotong upahnya, dan sebagainya. Pekerja seperti ini yang relevan menerima BSU,” ujar Timboel di Jakarta, Jumat (12/2/2021).

Pemerintah cq Kemenaker dan disnaker daerag pasti memiliki data tentang pekerja-pekerja tersebut karena mediator dan pengawas ketenagakerjaan kerap kali mendatangi perusahaan. Selain itu proses pemberian dana BSU tersebut juga dimungkinkan diberikan via kantor pos tanpa harus via transfer  bank.

“Kombinasikan saja cara pembayaran BSU antara via rekening dan via kantor pos. Belajar dari program BSU tahun lalu, ada 140 ribuan pekerja yang datanya sudah ada tapi karena ada masalah di nomor rekeningnya, pekerja tersebut tidak dapat BSU,” katanya.

Timboel berharap Pemerintah tetap memberikan BSU di tahun ini sehingga mendukung daya beli pekerja kita, mengingat pandemi belum tahu kapan akan selesai.[MI/man]

 

 

 

Pos terkait