Pemerintah Mau Investasi Secara Global di Luar Negeri, LaNyalla: Optimis Datangkan Devisa

  • Whatsapp
Pemerintah Mau Investasi Secara Global di Luar Negeri, LaNyalla: Optimis Datangkan Devisa
Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti.

Monitorindonesia.com – Upaya pemerintah Indonesia memperluas investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta di Kamboja, mendapat dukungan dari Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti. Bahkan LaNyalla optimis perluasan pasar di luar negeri akan memberi profit besar sekaligus mendatangkan devisa.

“Dengan pertemuan tersebut, peluang perusahaan Indonesia untuk memperluas investasi menjadi sangat terbuka luas. Saya yakin BUMN dan perusahaan swasta kita mampu memanfaatkan kesempatan ini,” ujar LaNyalla kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/4/2021).

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengatakan, perluasan pasar di Kamboja merupakan tahapan untuk bisa bersaing di pasar global. Dengan alasan tersebut, dia menilai pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan PM Kamboja Hun Sen, yang membahas kerjasama bilateral kedua negara di bidang perdagangan dan investasi di Kamboja.

“Investasi yang dilakukan selain melihat besaran dari devisa yang diperoleh, terpenting lagi adalah dampak jangka panjang yang dihasilkan. Pasar Kamboja ini bisa menjadi salah satu tahapan menuju ke pasar global yang lebih luas, tinggal bagaimana BUMN dan perusahaan swasta tersebut menunjukkan kemampuan bersaingnya secara maksimal,” ucapnya.

Dijelaskan LaNyalla, ada beberapa sektor yang bisa menjadi andalan untuk masuk ke Kamboja. Seperti sistem perkeretaapian dan pemenuhan kebutuhan gerbong kereta, pembangunan pembangkit listrik apung, kebutuhan kapal tunda (tugboat), dan proyek infrastruktur di Kamboja.

“Ini menjadi angin segar bagi BUMN dan swasta yang bergerak di bidang tersebut. Mereka harus dapat bekerja secara profesional dan dapat membawa nama baik Indonesia, agar langkah ke depan menjadi lebih mudah bagi Indonesia dalam berinvestasi ke negara lainnya,” ujar alumnus Universitas Brawijaya Malang itu.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari seluruh perwakilan RI di luar negeri, di tahun 2020 nilai investasi BUMN di seluruh dunia (outbond) mencapai US$ 17,5 Miliar. La Nyalla meminta BUMN untuk terus mandiri mencari cara menaikkan investasi di mancanegara serta turut memperbesar pasar ekspor nasional.

“Perkuat lagi kerja sama antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri agar diplomasi ekonomi lebih kuat sehingga BUMN lebih ekspansif ke luar negeri lewat investasi-investasi di sektor strategis. Dorong lagi performa ekspor Indonesia dan perlunya menggaet investor asing agar berinvestasi ke Indonesia di berbagai sektor yang diminati,” pungkasnya. (Ery)

Pos terkait