Pemudik Banyak yang Positif, RT di Ciracas dan Cipayung Mikro Lockdown

  • Whatsapp
Polda Metro Jaya : Operasi Penyekatan Mudik Berakhir Malam Ini
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus [Foto-rri]

Monitorindonesia.com – Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Pemprov DKI terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pemudik yang kembali ke Jakarta untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Sebab, satu orang saja lolos bisa menularkan keluarga dan tetangganya, seperti yang terjadi di Ciracas dan Cipayung, Jakarta Timur.

“Ini harus kita sama-sama memikirkan bagaimana upaya kita menekan angka positif Covid-19 ini. Contoh di daerah Jakarta Timur, di Ciracas dan Cipayung. Di Ciracas itu sampai menyebar 10 orang di satu RT. Makanya kita lakukan mikro lockdown di sana. 1 RT, 10 orang yang kena Covid-19, dari mulanya tiga orang menyebar. Baru berapa hari saja sudah 10. Untung cepat diketahui kita lakukan pemeriksaan dan tes antigen,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/5/2021).

Bacaan Lainnya

Sementara di Cipayung, dari 25 warga yang dilakukan tes antigen, 16 orang di antaranya positif.

“Kalau di Cipayung dari 25 warga yang mudik kita lakukan tes antigen, ada 16 yang positif dan sekarang semua kita isolasi mandiri. Kita awasi oleh gugus tugas karena masuk dalam KTJ (Kampung Tangguh Jaya). Ini kita lakukan intervensi terhadap para warga yang memang terkonfirmasi positif,” ungkapnya.

Yusri menyampaikan, Satgas Penanganan Covid-19 melakukan mikro lockdown di kedua RT di Ciracas dan Cipayung itu. Warga yang keluar masuk akan diawasi, jangan sampai terjadi penyebaran.

“Apa yang kita lakukan, tadi pak Kapolres memberi bantuan makanan, sembako, menggugah masyarakat setempat untuk sama-sama kita peduli untuk bisa jangan sampai terjadi penyebaran. Secara umum di dalam RT tersebut kita lakukan micro lockdown. Jadi semua yang keluar apapun kita awasi, jangan sampai nanti penyebaran Covid-19. Nah ini yang terus kita lakukan, kita datakan di KTJ. Kita akan lakukan 3T intervensinya, testing, tracing dan treatment. Kita testing dulu, kalau positif kita tracing siapa saja dia bergaul, kalau memang positif kita lakukan treatment di situ,” katanya.

Menyoal berapa data pemudik yang sudah melakukan pemeriksaan tes antigen di Polsek-Polsek, Yusri tidak merinci. Namun, secara keseluruhan, di 14 pos pemeriksaan, termasuk yang dilakukan di tingkat RT/RW, Lurah, Camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, pemudik yang mengikuti tes antigen berjumlah 40.916. Sementara, 192 di antaranya reaktif atau positif Covid-19.

“40.000 sekian yang sudah dilakukan. Itu semua sudah digabungkan termasuk di Polsek-Polsek. Dari 40.000-an itu ada 192 yang positif. Itulah tugas kepolisian bersama stakeholder lain mengantisipasi. Satu orang saja pulang di rumahnya ada lima, menyebar nggak jadi enam? Besok dia main lagi ke tetangga, bisa kita perkirakan kali tiga, jadi 18 orang. Ini yang kita tekan. Bagaimana kalau 192 itu menyebar,” tandasnya. (tak)

Pos terkait