Jakarta, MI - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu memasuki tahapan kedua.
Pemerintah memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan dengan tetap mengutamakan akses pendidikan bagi peserta didik yang berasal dari wilayah kepulauan.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Mohammad Tohari, mengatakan tahapan pertama melalui jalur prestasi telah selesai dilaksanakan.
Menurutnya, terdapat kebijakan khusus bagi siswa yang tinggal di pulau agar memperoleh kesempatan yang lebih besar melanjutkan pendidikan.
"SPMB kita sudah masuk ke tahap pertama, yaitu jalur prestasi, dan tahapan itu sudah selesai kita lewati. Untuk TK dan SD diberikan keleluasaan karena kondisi wilayah kepulauan berbeda dengan daratan, sehingga prosesnya dilakukan melalui mekanisme yang diatur langsung oleh sekolah," ujar Tohari, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, mekanisme berbeda diterapkan pada jenjang SMP, SMA, dan SMK. Untuk jenjang SMP hingga SMA, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring.
Khusus pada SMA dan SMK, kata Tohari, jalur prestasi memberikan prioritas kepada peserta didik asal Kepulauan Seribu.
Meski calon siswa dari wilayah daratan tetap dapat mengakses sistem pendaftaran, mereka akan tersisih apabila terdapat pendaftar dari wilayah kepulauan yang memenuhi persyaratan.
"Untuk SMA dan SMK, jalur prestasi memang diprioritaskan bagi anak-anak pulau. Anak-anak dari daratan tetap bisa mendaftar karena sistemnya terbuka, tetapi nanti akan terseleksi ketika ada teman-teman dari pulau yang mendaftar. Jadi prioritasnya tetap diberikan kepada anak-anak pulau yang memiliki prestasi," tegasnya.
Saat ini, lanjut Tohari, SPMB telah memasuki jalur kedua, yakni jalur afirmasi yang ditujukan bagi kelompok masyarakat tertentu sesuai ketentuan pemerintah.
"Nah sekarang sudah masuk ke tahap jalur kedua, yaitu afirmasi. Prioritasnya diberikan kepada anak-anak yang orang tuanya terdampak pandemi Covid-19, penerima KJP Plus, serta peserta didik penyandang disabilitas," jelasnya.
Tohari juga mengungkapkan kuota jalur prestasi yang dialokasikan sekitar 27,5 hingga 30 persen telah terpenuhi.
"Kalau untuk jalur prestasi yang kuotanya sekitar 27,5 sampai 30 persen, alhamdulillah saat ini kuotanya sudah terisi dan sudah terpenuhi," pungkasnya
