Penembakan Indianapolis,  Senjata Pelaku Telah Disita Sebelumnya

  • Whatsapp
Penembakan Indianapolis,  Senjata Pelaku Telah Disita Sebelumnya

Indianapolis, Monitorindonesia.com – Polisi Indianapolis menungkapkan seorang pria bersenjata yang melakukan penembakan di gudang FedEx dengan korban tewas delapan orang telah membeli dua senapan yang dia gunakan pada saat penyerangan secara legal meskipun beberapa bulan sebelum sebuah senjata api miliknya disita.

Ibu Brandon Hole telah memperingatkan kondisi mental anaknya Maret tahun lalu dan polisi telah menyita senjata miliknya. Tetapi selanjutnya dia bisa membeli dua buah senapan serbu pada Juli dan September.
Pada hari Sabtu (17/04/2021) keluarga pelaku meminta maaf atas luka kesakitan dan luka akibat tindakan pelaku.

Bacaan Lainnya

Pria 19 tahun yang sebelumnya bekerja di FedEx melakukan penembakan di gudang pada hari Kamis (15/04/2021) dan membunuh dirinya dalam beberapa menit sebelum polisi tiba di lokasi perkara.

Empat orang korban telah diidentifikasi merupakan anggota dari komunitas Sikh lokal. Korban lainnya termasuk dua orang berusia 19 tahun, seorang mahasiswa pasca sarjana dan seorang bapak.

Polisi belum mengidentifikasi motif penyerangan tersebut. Ibu Hole memanggil polisi Maret tahun lalu karena dia takut anaknya akan mencoba mati oleh petugas kepolisian, special agen FBI Indianapolis, Paul Kenan menuturkan.

Kemudian polisi menahannya dan menyita senjatanya, laporan ini dicatat oleh harian Indianapolis Star.

Sebulan kemudian FBI melakukan interogasi tetapi tidak ditemukan bukti tindakan kriminal dan tidak ada indikasi yang menunjukkan sebagai pengikut ideology ekstrimis, tutur Agen Keenan.

Hole menggunakan dua senapan serbu dalam penyerangan tersebut. Dia menembaki orang di tempat parker FedEx secara acak, yang menyebabkan empat orang korban mengalami luka fatal dan menewaskan empat orang lainnya.

Kepolisian Indianapolis mengatakan bahwa mereka tidak bisa menginformasikan detail dimana dia membeli senapan tersebut karena penyelidikan masih sedan berlangsung.

Preseiden Biden mengungkapkan bahwa penembakan massal yang terjadi di Indianapolis dan tempat lainnya merupakan rasa malu nasional.

Awal bulan ini dia mengumumkan langkah pertama untuk memperketat pengawasan kepemilikan senjata termasuk dianataranya usaha penyusunan aturan perundangan untuk pemeriksaan senjata tertentu, peningkatan pemeriksaan latar belakang dan dukungan pencegahan kekerasan di setiap daerah.[Yohana RJ]

Sumber: BBC

Pos terkait