Saran Pengamat ke Azis: Hadapi Secara Jantan, Bukannya Kabur

  • Whatsapp
Saran Pengamat ke Azis: Hadapi Secara Jantan, Bukannya Kabur
Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.

Monitorindonesia.com – Sejak mencuatnya kasus dugaan suap Walikota Tanjungbalai, M Syahrial dan penyidik KPK dari unsur Polri Stepanus Robin Patujju, Azis Syamsuddin seperti menghilang dari publik, termasuk melakukan aktivitasnya sebagai Wakil Ketua DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Namun hari ini, Senin (31/5/2021), dia hadir secara fisik dalam Rapat Paripurna DPR RI, meski hanya sebentar karena saat rapat dibuka oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, ia langsung menghilang.

Mengenai sikap Azis tersebut, pengamat dan penggiat anti korupsi, Adilsyah Lubis kepada wartawan di Jakarta, Senin (31/5/2021) mengatakan, dengan menghindar justru menimbulkan kecurigaan, karena sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan sehingga kuatir ketahuan.

Mestinya, lanjut Adilsyah, kalau merasa tidak bersalah, Azis tidak perlu khawatir dengan bersembunyi terhadap masyarakat. Tetapi kalau hadir dan tiba-tiba menghilang, justru akan menjadi pertanyaan publik, dan bukan tidak mungkin bisa memojokan dirinya.

Karenanya, dia menghimbau supaya Azis tetap aktif dan menghadapi perkara hukum secara jantan. Apalagi diingatkan, jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR dapat disebut sebagai panutan masyarakat.

“Perlihatkan keterwakilan sebagai Anggota DPR sekaligus Pimpinan DPR sebagai pejabat negara dengan kewibawaan nya. Azis tak perlu  bersembunyi, karena sikap demikian  bisa menurunkan kredibilitasnya sebagai  Wakil Ketua DPR,” imbuh Adilsyah.

Seperti diketahui, kasus M Syahrial dengan Robin Patujju telah menyeret Azis Syamsuddin. Menurut pimpinan KPK, ada pertemuan Syahrial dan Stepanus di rumah dinas Azis Syamsuddin.

Setelah pertemuan tersebut, kemudian ada kesepakatan Syahrial menyerahkan uang Rp 1,5 Miliar ke Stepanus dengan maksud menghentikan penyidikan dugaan jual beli jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten Tanjungbalai.

Bahkan, KPK telah melakukan cekal (cegah dan tangkal) kepada Azis Syamsuddin agar tidak bisa kabur ke luar negeri. (Ery)

Pos terkait