Pengamat: Nasib AHY Bisa Seperti Gusdur atau Djan Farids

  • Whatsapp
Pengamat: Nasib AHY Bisa Seperti Gusdur atau Djan Farids

Monitorindonesia.com – Terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam Konggres Luar Biasa (KLB) di The Hill Hotel and Resrot Sibolangit, Deli Serdang Sumatera Utara, tidak serta merta menaikan branding politik Kepala Kantor Staf Presiden itu. Demikian dikatakan Direktur Political and Public Studies (P3S) Jerry Massie.

Jerry menilai, Moeldoko perlu waktu untuk menaikan branding politiknya. Hal itu sangat berbeda dengan Ridwan Kamil yang memiliki branding politik diatas 5 persen. “Sedangkan Moeldoko yang tingkat elektabilitasnya masih rendah. Bisa saja nama Ridwan Kamil yang muncul jadi pesaingnya,” kata Jerry kepada Monitorindonesia, Jumat(5/3/2021).

Bacaan Lainnya

Lebih jauh Jerry mengakui, KLB yang digelar di Deli Serdang Sumatera Utara itu, mengangkat Moeldoko sebagai Ketua apalagi sudah ada mantan petinggi PD yang mendekatinya.

Namun , Jerry mengingatkan, saat ini AHY masih lebih baik elektabilitasnya dari Moedoko. Tinggal ramuan dan racikan politik saja yang membawa namanya meroket. “Agak berat Moeldoko mengangkat dan mengembalikan kejayaan Demokrat di periode 2004 dan 2009,” jelas Jerry.

Namun demikian, tambah Jerry, jalur pengadilan akan menjadi dermaga akhir kasus ini. Dualisme tak terelakan. “Kekhawatiran saya nanti jika KemenkumHam mengesahkan kepengurusan KLB ini. Maka nasib AHY bisa sama seperti dengan Akbar Tanjung (Golkar), Gus Dur (PKB) dan Djan Farids (PPP),” tegas Jerry.

Pos terkait