Pengguna Narkotika di Indonesia 3,6 Juta Jiwa, 2,2 Juta Remaja

  • Whatsapp
Pengguna Narkotika di Indonesia 3,6 Juta Jiwa, 2,2 Juta Remaja

Monitorindonesia.com -Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga Juni 2020 jumlah pengguna Narkotika di Indonesia sudah mencapa 3,6 juta jiwa. Hampir 2,2 juta diantaranya merupakan remaja.
Sementara, jumlah tahanan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Indonesia 50 persennya merupakan tahanan kasus Narkotika. Melihat kondisi itu, Ikatan Motor Indonesia (IMI) akan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) membuat Pusat Rehabilitasi Narkotika IMI.

“Pendirian Pusat Rehabilitasi Narkotika IMI merupakan bentuk tanggungjawab IMI terhadap bangsa. Bersama BNN, IMI akan berkontribusi agar anak bangsa jangan sampai terkena Narkotika. Sekaligus menyiapkan tempat rehabilitasi bagi mereka yang sudah terlanjur terpapar, agar bisa lepas dari jerat Narkotika,” ujar Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (Bamsoet) usai bertemu Kepala BNN, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, di Jakarta, Rabu (3/3/21).

Bacaan Lainnya

Turut hadir secara virtual melalui video conference para pimpinan Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Kabupaten se-Indonesia. Hadir pula pengurus IMI Pusat antara lain Sekretaris Jenderal Ahmad Sahroni, Bendahara Umum Effendi Gunawan, Wakil Ketua Umum Olahraga Sepeda Motor Sadikin Aksa, Direktur Sosial dan Lingkungan Hidup Darma Mangkuluhur Hutomo, Komisi Hubungan Antar Lembaga Junaidi Elvis, Publikasi dan Medsos Dwi Nugroho, Hasby Zamri dan Komisi Sosial Dwi Aroem Hadiatie.

“Pada tahun 2021 ini, IMI menargetkan akan ada 1.400 event kejuaraan otomotif. Baik dari level komunitas, daerah, nasional, maupun internasional. Antara lain 80 kejuaraan balap motor tingkat nasional dan 6 kejuaraan balap motor tingkat internasional. Sementara untuk balapan mobil, akan ada 56 kejuaraan tingkat nasional dan 2 tingkat internasional. Dalam setiap penyelenggaraan kejuaraan, IMI akan bekerjasama dengan BNN untuk turut memberikan edukasi kepada generasi bangsa tentang bahayanya menggunakan Narkotika,” ungkap Bamsoet.

Indonesia kini sedang memasuki masa bonus demografi. Berdasarkan Sensus Penduduk 2020 yang dirilis BPS pada Januari 2021, memperlihatkan jumlah penduduk produktif maksimal berusia 39 tahun sudah mencapai 53,81 persen dari total penduduk Indonesia, atau sekitar 145,4 juta jiwa dari total 270,2 juta jiwa penduduk Indonesia.

Tak heran jika para bandar dunia selalu berusaha menjadikan Indonesia sebagai market utama perdagangan Narkotika. Sepanjang tahun 2020, BNN melaporkan berhasil mengamankan 1,12 juta ton. Berkat kerja keras BNN, Indonesia tak sampai masuk dalam jajaran surga dunia Narkotika.[hts]

Pos terkait