Penyanyi Cita-Citata Mengaku Tak Kenal Mantan Mensos Juliari

  • Whatsapp
Penyanyi Cita-Citata Mengaku Tak Kenal Mantan Mensos Juliari
Penyanyi Cita Citata usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK, Jumat (26/3/2021). [ist]

Monitoridonesia.com – Penyanyi Cita Rahayu alias Cita Citata diperiksa oleh penyidik KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 pada Jumat (26/3/2021). Usai diperiksa, Cita Citata enggan membeberkan terkait pemeriksaan dirinya ke awak media.

“Jadi, Cita belum bisa banyak menjelaskan. Karena Cita juga takut keluar dengan kerumunan seperti ini. Cita janji di sosial media, Cita akan jelaskan detail-nya,” kata Cita Citata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Bacaan Lainnya

Cita Citata juga belum mau menjelaskan soal penerimaan honor mengisi acara Kementerian Sosial (Kemensos) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebab, honor menyanyi Cita diduga bersumber dari dana suap bansos.
“Saya mengisi acara tersebut secara profesional berdasarkan undangan dari pihak event organizer (EO),” kata Cita.

Alasan itu pula, Cita menegaskan tidak mengenal secara langsung mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara (JPB) saat itu.

“Jadi, saya enggak tahu siapapun. Apa Juliari Batubara ini, juga enggak saya kenal,” kata Cita.

Dalam persidangan kasus suap bansos pada Senin (8/3/2021) lalu, tersangka sekaligus PPK Matheus Joko Santoso menyebut fee bansos total Rp14,7 miliar salah satunya diperuntukkan untuk mendukung kegiatan Kemensos. Sebanyak Rp 150 juta disebut Joko digunakan untuk membayar jasa Cita Citata yang mengisi acara Kemensos di Labuan Bajo.

“Artisnya informasinya Cita Citata, saya juga nggak hadir,” kata Joko.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan empat tersangka lainnya sebagai tersangka suap terkait program bantuan sosial penanganan virus corona (Covid-19)

Keempat tersangka lainnya dalam kasus ini adalah pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, dan Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

Selaku penerima, Juliari, Adi dan Matheus dijerat Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, selaku pemberi, Ardian dan Harry disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.[man]

Pos terkait