Penyidik Kejagung Diultimatum Tentukan Tersangka Kasus BPJS Ketenagakerjaan

  • Whatsapp
Penyidik Kejagung Diultimatum Tentukan Tersangka Kasus BPJS Ketenagakerjaan
Febrie Adriansyah

Monitorindonesia.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan. Hasilnya, Kejagung akan melakukan pendalaman kembali terhadap transaksi sejumlah saham.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah menjelaskan, akan memperluas penyidikan transaksi saham yang diduga menyebabkan kerugian negara, guna memperkuat kembali bukti tindak pidana korupsi.

“Ada transaksi baru untuk kami dalami. Masih seputar saham dan reksa dana. Memang transaksinya ini cukup banyak,” kata Febrie kepada Monitorindonesia.com Sabtu (03/04/21).

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus juga telah memberikan batas waktu untuk menentukan tersangka kasus itu. Pasalnya, Kejagung memiliki target zero tunggakan dan percepatan segala penuntasan kasus.”Kami diberi waktu  satu bulan oleh Pak Jampidsus,” tuturnya.

Dalam proses penyidikan, ditemukan adanya kerugian senilai Rp 20 triliun dalam pengelolaan dana nasabah. Investasi yang diduga terindikasi merugi tersebut adalah reksa dana dan saham. (Fanal Sagala)

Pos terkait