Penyidik Pemeras KPK Klaim Tak Ditangkap Propam

  • Whatsapp
kpk-telusuri-pihak-yang-diperas-stepanus
Penyidik Polri yang ditugaskan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Steppanus Robin (SR) ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.[MI Foto]

Monitorindonesia.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Stepanus Robin Pattuju (SRP) mengklaim dirinya tidak ditangkap Divisi Propam Polri atas kasus dugaan pemerasan terhadap Wali Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara M. Syahrial. Stepanus mengaku saat itu menyerahkan diri.

“Saya menyerahkan diri,” ujar Stepanus usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Bacaan Lainnya

Stepanus juga mengaku mengatur ulang handphone miliknya saat diamankan Propam. Stepanus mengklaim dirinya sendiri yang mengatur ulang telepon genggam tersebut.

Namun, Stepanus tak menjelaskan alasannya mengatur ulang HP miliknya. “Sudah, sudah ya. Makasih ya,” katanya.

KPK telah menetapkan Stepanus, seorang pengacara bernama Maskur Husain dan Wali Kota Tanjungbalai Syahrial sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai. Stepanus bersama Maskur diduga telah menerima suap dari M Syahrial sebesar Rp 1,3 miliar dari kesepakatan Rp 1,5 miliar.

Suap itu diberikan agar Stepanus membantu menghentikan penyelidikan dugaan jual beli jabatan di Tanjungbalai yang sedang diusut KPK. Selain suap dari Syahrial, Markus Husain juga diduga menerima uang sebesar Rp 200 juta dari pihak lain.

Sedangkan Stepanus dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia, sebesar Rp 438 juta.

Nama Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin juga disebut-sebut dalam kasus itu. Azis dikatakan Ketua KPK Firli Bahuri yang memperkenalkan Stepanus ke Syahrial di kediamanannya di Jakarta, Selatan.[mar]

 

Pos terkait