Penyidik Peras Wali Kota Tanjungbalai, Dipidana dan Diproses di Dewas KPK

  • Whatsapp
kpk-telusuri-pihak-yang-diperas-stepanus
Penyidik Polri yang ditugaskan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Steppanus Robin (SR) ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.[MI Foto]

Jakarta, Monitorindonesia.com -Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta maaf salah satu penyidiknya, Stepanus Robin Pattuju terlibat dugaan suap Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial. Stepanus diduga menerima suap Rp 1,3 miliar dari Syarial untuk menghentikan kasus dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh dan segenap anak bangsa karena ada kejadian seperti ini,” ujar Firli dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Kamis (22/4/2021) malam.

Bacaan Lainnya

Firli mengatakan pihaknya tak menoleransi segala bentuk penyimpangan yang dilakukan pegawainya. Dia berkomitmen akan menindak para pegawai yang menyalahgunakan jabatannya. “Kami ingin katakan komitmen KPK tidak pernah bergeser dan tidak menoleransi segala bentuk penyimpangan,” ujarnya.

Firli mengatakan, selain sanksi pidana, pimpinan KPK juga akan melaporkan dugaan pelanggaran etik penyidik dari Polri itu ke Dewan Pengawas KPK.

“Selain penanganan tindak pidana tersebut, KPK juga akan melaporkan dugaan pelanggaran etik Stepnus kepada Dewan Pengawas KPK,” katanya.

AKP Stepanus diduga meminta uang Rp1,5 miliar ke Syahrial. Ia menjanjikan penyelidikan kasus dugaan korupsi Walikota Tanjungbalai tidak dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

Padahal, Stepanus bukan bagian dari tim satuan tugas (Satgas) yang menangani perkara Syahrial. Stepanus mengenal Syahrial melalui Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Oktober 2020.

Syahrial dan Azis merupakan kader Partai Golkar. Saat ini, Syahrial juga menjabat sebagai ketua DPD Golkar Tanjungbalai.[man]

Pos terkait