Perdana Menteri Netanyahu Gagal Membentuk Pemerintahan Sebelum Batas Waktu

  • Whatsapp
Perdana Menteri Netanyahu

Tel Aviv, Monitorindonesia.com – Presiden Israel Reuven Rivlin mengatakan bahwa dia akan memanggil para petinggi partai ke Knesset pada Rabu (05/5/2021) perihal proses pembentukan pemerintahan setelah berakhirnya 28 hari batas waktu untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak bisa mengumpulkan koalisi para pembuat peraturan perundangan.

Kegagalan Netanyahu mengembalikan proses kepada Presiden Rivlin yang diharapkan pada waktu mendatang kepada partai lawan Netanyahu diberikan kesempatan untuk membentuk pemerintahan.

Adapun salah satu dari antara para calon adalah Yair Lapid, pimpinan partai Yesh Atid merupakan di posisi kedua setelah Netanyahu pada saat pemilihan Maret lalu dan Naftali kepala pimpinan partai Yamina nasionalis dan religious.

Proses pencariaan koalisi pemerintahan diperlukan karena kegagalan dari beberapa partai mencapai 120 anggota Knesset pada saat pemilu 23 Maret 2021 yang merupakan pemilu keempat dalam kurun waktu kurang dua tahun.

Netanyahu menyelenggarakan diskusi dengan sejumlah pesaingnya dan memberikan tawaran yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada pemimpin partai kecil Islamist Arab selama proses percobaan dia mengumpulkan para kelompok mayoritas.

Perdana Menteri Netanyahu (71 tahun) telah menjabat sejak 2009 setelah menjabat posisi yang sama selama tiga tahu pada tahun 1190-an. Dia sedang memperjuangkan posisi yang sama selama dua tahun kebuntuan politik karena tidak ada keputusan hasil pemilu.

Dia sedang menghadapi proses penyelidikan atas dugaan kasus korupsi dan menyangkal telah melakukan kesalahan.[Yohana RJ]

Sumber : VOA News

@Perdana Menteri Netanyahu

Pos terkait