Permanenkan Jalur Sepeda, Pengamat: Pemprov DKI Labrak Aturan

  • Whatsapp
Permanenkan Jalur Sepeda, Pengamat: Pemprov DKI Labrak Aturan

Monitorindonesia.com – Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat lintasan Sepeda road bike di jalan rara protokol menuai protes.

Menurut Analis Kebijakan Transportasi, Azas Tigor Nainggolan, rencana Anies mengambil jalan umum untuk jalur sepeda balap melabrak aturan.

Bacaan Lainnya

Sebab menurut Tigor hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan bahwa pesepeda menggunakan jalur khusus pesepeda di sisi kiri jalan.

“Sudah jelas bahwa jalan raya umum adalah sarana transportasi bukan untuk roadbike,” kata Azaz Tigor, di Jakarta, Rabu (2/5/2021).

Menurut Azaz Tigor, tidak ada dasar hukumnya pesepeda roadbike diistimewakan menggunakan jalan raya. Hal itu mengambil hak kendaraan lain.

Dengan adanya aturan itu Azaz Tigor menegaskan jalan raya dikhususkan untuk sarana transportasi bukan untuk sepeda roadbike.

“Aturan membolehkan pesepeda road bike bisa menggunakan jalan raya secara khusu adalah melanggar hukum. Egois dan sombong sekali sih,” papar dia.

Pria berkaca mata ini menyarankan,Gubernur Anies sebaiknya fokus saja kerja urus penanganan Pandemi Covid-9 di Jakarta, tidak lagi mengurusi sepeda balap karena sudah ada peraturannya.

Ia pun mendesak, Kepolisian Polda Metro Jaya untuk menindak tegas pesepeda roadbike yang melintasi jalur sebelah kanan jalan raya bukan di sebelah kiri karena mereka melanggar UU.

Sebelumnya, Pemprov DKI berencana mempermanenkan jalur sepeda di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang dan Jalan Sudirman-Thamrin. Rencana tersebut masih menunggu aturan berupa Keputusan gubernur (Zat)

#Jalur Sepeda

Pos terkait