Sengsarakan Petani Tebu, Batalkan Permenperin 03/2021

  • Whatsapp
petani tebu-permenperin-03-2021
Abdul Wachid

Monitorindonesia.com – Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Abdul Wachid menegaskan, industri gula tanah air tengah dalam kondisi sakaratul maut pasca terbitnya Peraturan Menteri Perindustrian nomor 3 Tahun 2021. Permenperin tersebut berisi Tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Gula dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional.

“Permenperin 03/2021 kalau di pandang dari orang yang tahu pergulaan atau stakeholder pergulaan nasional jelas merugikan pada industri gula berbasis tebu atau pabrik gula. Dengan adanya Permenperin itu industri gula tanah air mengalami kondisi sakaratul maut,” ujar manatn Anggota Komisi VI DPR RI itu kepada wartawan, Sabtu (08/05/2021).

Bacaan Lainnya

Kondisi demikian diperparah dengan keberadaan pabrik gula milik plat merah yang selama ini diharapkan dapat membina petani tebu namun kenyataannya jauh panggang dari api. Bahkan menurutnya, tidak ada semangat menuju swasembada gula nasional yang benar sekalipun semua bahan baku dari dalam negeri.

“Juga tidak sesuai janji Presiden dalam kampanye (Nawa Cita) yang menginginkan agar bisa membangun industri lokal hidup , mengentaskan kemiskinan di desa dan kemandirian pangan,” ujarnya.

Ketua DPD partai Gerindra Jawa Tengah itu mengatakan, Permen tersebut hanya akan melanggengkan praktek impor gula dan tidak ada semangat memajukan bahkan mensejahterakan para petani tebu tanah air.

“Permenperin itu semangatnya impor melulu. Artinya importasi gula akan semakin naik,” tuturnya.[bng]

Pos terkait