Festival Budaya Tiongkok 2026 di Kampoeng Ketandan




Festival yang berlangsung pada 28 Februari hingga 3 Maret 2026 ini menghadirkan ragam atraksi budaya, kuliner, dan hiburan tradisional. Ratusan lampion menghiasi sudut-sudut kampung, menciptakan nuansa merah keemasan yang identik dengan perayaan Imlek. Kawasan pecinan bersejarah itu pun berubah menjadi ruang perjumpaan budaya yang hidup dan semarak.
Tak hanya suguhan visual, pengunjung juga dimanjakan dengan deretan kios kuliner yang menyajikan aneka masakan khas Tionghoa. Mulai dari hidangan klasik hingga jajanan kekinian, seluruhnya ditawarkan dengan variasi harga yang terjangkau, sehingga bisa dinikmati berbagai kalangan. Aroma masakan yang menggoda berpadu dengan hiruk-pikuk percakapan pengunjung menambah kehangatan suasana.
Salah satu daya tarik utama festival adalah pentas wayang Potehi dengan lakon “Sie Jin Kui”. Pertunjukan seni tradisional Tionghoa ini menjadi simbol akulturasi budaya yang telah lama tumbuh di Yogyakarta. Antusiasme penonton terlihat dari padatnya area pertunjukan setiap malam, membuktikan bahwa seni tradisi tetap memiliki tempat di hati masyarakat.
Festival Budaya Tionghoa 2026 ini tak hanya ramai oleh warga sekitar, tetapi juga menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa perayaan Imlek di Kampoeng Ketandan telah menjelma menjadi agenda wisata budaya tahunan yang memperkaya khazanah pariwisata Yogyakarta.
Dengan perpaduan sejarah, budaya, dan kuliner, Festival Budaya Tionghoa di Kampoeng Ketandan kembali menegaskan Yogyakarta sebagai kota yang merawat keberagaman dalam bingkai harmoni.
