BREAKINGNEWS

“Pendekar TBC” Dr. Muherman Harun Raih MURI, Duka Menyelimuti Momen Bahagia

Dr. Muherman Harun mencatat sejarah sebagai penulis autobiografi tertua di Indonesia pada usia 94 tahun melalui buku Pendekar TBC. Namun, momen penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) itu berubah menjadi haru mendalam setelah sang istri meninggal dunia sehari sebelumnya, menjadikan pencapaian ini dibalut duka yang tak terpisahkan.
Dr. Muherman Harun mencatat sejarah sebagai penulis autobiografi tertua di Indonesia pada usia 94 tahun melalui buku Pendekar TBC. Namun, momen penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) itu berubah menjadi haru mendalam setelah sang istri meninggal dunia sehari sebelumnya, menjadikan pencapaian ini dibalut duka yang tak terpisahkan.
Di usia 94 tahun, Dr. Muherman Harun meraih rekor MURI sebagai penulis autobiografi tertua. Penghargaan itu hadir hanya sehari setelah kepergian sang istri, menghadirkan kisah pencapaian yang berdampingan dengan kehilangan.
Di usia 94 tahun, Dr. Muherman Harun meraih rekor MURI sebagai penulis autobiografi tertua. Penghargaan itu hadir hanya sehari setelah kepergian sang istri, menghadirkan kisah pencapaian yang berdampingan dengan kehilangan.
Penghargaan MURI untuk Dr. Muherman Harun atas bukunya Pendekar TBC menjadi simbol dedikasi panjang di dunia medis. Namun di balik kebanggaan itu, tersimpan duka mendalam—istri tercinta wafat sehari sebelum penyerahan, bahkan piagam penghargaan sempat diletakkan di depan peti jenazahnya.
Penghargaan MURI untuk Dr. Muherman Harun atas bukunya Pendekar TBC menjadi simbol dedikasi panjang di dunia medis. Namun di balik kebanggaan itu, tersimpan duka mendalam—istri tercinta wafat sehari sebelum penyerahan, bahkan piagam penghargaan sempat diletakkan di depan peti jenazahnya.

Jakarta, MI - Dokter spesialis paru, Muherman Harun, menerima piagam dari Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai penulis autobiografi tertua di Indonesia pada usia 94 tahun, di Apartemen Bellezza, Jakarta, Sabtu (4/4/2026). 

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Operasional MURI, Jusuf Ngadri, didampingi editor buku Irna Permanasari dan putrinya.

Momentum penghargaan ini terasa kontras—di satu sisi menjadi pencapaian luar biasa atas karya bukunya Pendekar TBC, namun di sisi lain diselimuti duka mendalam setelah sang istri meninggal dunia sehari sebelum acara berlangsung.

Dalam suasana haru, piagam penghargaan tersebut bahkan sempat diletakkan di depan peti jenazah sang istri di rumah duka Carolus. Di latar belakang, terpajang foto kenangan keduanya di masa tua, menjadi simbol perjalanan panjang hidup, cinta, dan pengabdian seorang dokter yang kini mencatatkan sejarah di usia senja.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Berita Terkini