PKS Siapkan Strategi Khusus di Pilpres 2024

  • Whatsapp
Mardani Ali Sera: KPK Diujung Tanduk
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera.[Ist]

Monitorindonesia.com – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) PKS Mardani Ali Sera mengatakan, PKS sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi Pilpres 2024. Strategi pertama, penokohan yang mana masyarakat Indonesia lebih banyak memperhatikan penokohan daripada Visi Misi dari suatu partai.

“Misi program partai penting tetapi dengan tingkat sekolah rata-rata 7 tahun. Ambilah SMP kelas 1. Sangat susah mendiskusikan sesuatu yang strategis yang ada hanya tokoh-tokoh,” ujar Mardani Ali Sera dalam diskusi virtual, Sabtu (8/5/2021).

Bacaan Lainnya

Strategi kedua, kata Mardani, yaitu narasi. Menurutnya, untuk pilpres 2024 harus ada capres yang menawarkan narasi yang bagus untuk Indonesia.

“Kita perlu ada capres yang merevisi sistem politik kita yang cenderung politik dinasti, demokrasi yang sakit,” ungkapnya.

Strategi ketiga, PKS akan memaksimalkan penggunaan teknologi dan big data untuk pemetaan pemilih pada 2024 mendatang. Strategi itu terinspirasi dari pilpres di Amerika Serikat tahun 2016 ketika Donald Trump bersaing dengan Hillary Clinton.

“Media sosial ini mungkin akan menjadi tool yang utama. Tahun 2016 Dengan bantuan Cambridge Analytica, Donald trump bisa menang dari Hillary Clinton. Big data ini sangat dibutuhkan,” ungkapnya.[man]

Selain itu, Mardani berharap ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 2024 diturunkan menjadi 10 persen. Sebab, presidential threshold yang berlaku sekarang 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya.

“Sayangnya dengan tidak ada revisi UU Pemilu, kami agak kerepotan. Kami PKS berharap Presidential Threshold itu 10 persen saja,” ucapnya.

Menurut Mardani, pemangkasan ambang batas presiden akan membuat pilihan capres mendatang lebih beragam. Ia menilai semakin banyak pilihan semakin bagus untuk kontestasi karya dan gagasan bukan perpecahan.

“Yang kami inginkan suksesi nanti kontestasi karya dan gagasan bukan pertarungan. Ini yang harus diatur,” katanya.[man]

Pos terkait