Polda Metro Terjunkan Ribuan Personel Kawal KTT ASEAN

  • Whatsapp
Polda Metro Terjunkan Ribuan Personel Kawal KTT ASEAN
Monitorindonesia.com – Polda Metro Jaya menerjunkan sebanyak 4.382 personel untuk mengamankan pelaksanaan konferensi tingkat tinggi KTT Asean di Jakarta yang digelar pada Sabtu besok (24/5).

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bersama rombongan juga melakukan peninjauan langsung di pos pengamanan yang berlokasi di Gedung VVIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dan di Gedung Sekretariat ASEAN pada hari ini, Jumat (23/4).

“Pengamanan pertemuan tingkat pimpinan ASEAN yang akan dilaksanakan besok ada 4.382 personel Polri yang dilibatkan untuk melakukan pengamanan,” kata Fadil di Gedung Sekretariat ASEAN, Jumat (23/4).

Fadil mengatakan pengamanan itu dilakukan di 51 titik. Mencakup pengamanan rute, pengamanan akomodasi, hotel dan pengamanan terminal untuk kedatangan.

Fadil menyebut fokus pengamanan yang dilakukan oleh Polda Metro berada di area ring tiga. Sementara untuk ring satu dan ring dua menjadi kewenangan dari Operasi Waskita.

“Karena yang hadir adalah kepala negara, di mana penanggung jawabnya adalah Kodam Jaya atau Pangdam Jaya,” ucap Fadil.

Lebih lanjut, Fadil menuturkan pihaknya telah melakukan pengecekan kesiapan keamanan secara menyeluruh untuk memastikan pelaksanaan KTT ASEAN besok berjalan lancar.

“Rangkaian kesiapan seperti gladi posko, kemudian gelar pasukan sudah dilaksanakan, kemudian pengecekan peralatan dan kelengkapan juga sudah kita lakukan mulai dari kemarin,” tuturnya.

Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengerahkan 300 personel dalam rangka pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Jakarta. Rinciannya, 150 personel pengawalan dan 150 personel pengamanan rute.

Selain personel, Ditlantas Polda Metro juga menyiapkan puluhan kendaraan untuk mengawal para tamu negara selama berada di Jakarta. Yakni, ada 32 mobil pengawalan dan 60 motor pengawalan.

KTT ASEAN kali ini menjadi sorotan lantaran bakal dihadiri Min Aung Hlaing selaku pemimpin junta militer yang memimpin kudeta di Myanmar pada 1 Februari lalu.

Namun, sejumlah pengamat menganggap ASEAN memang harus berbicara dengan Min guna membujuk militer untuk menghentikan kekerasan di Myanmar.

Di sisi lain, sumber-sumber diplomat yang mengetahui rapat ASEAN ini pun menyatakan bahwa KTT ASEAN tersebut akan fokus untuk membujuk junta militer menghentikan kekerasan terhadap warga sipil Myanmar. (tak)

Pos terkait