Head to Head Anies Vs Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta, Siapa Lebih Unggul?

Dhanis Iswara
Dhanis Iswara
Diperbarui 21 Juni 2024 20:16 WIB
Foto Kolase - Anies Baswedan Baswedan dan Ridwan Kamil
Foto Kolase - Anies Baswedan Baswedan dan Ridwan Kamil

Jakarta, MI - Anies Baswedan dan Ridwan Kamil (RK) digadang-gadang tengah disiapkan sebagai bakal calon gubernur (cagub) Jakarta di Pilkada 2024 oleh 2 poros berbeda. 

Direktur Eksekutif Sentral Politika Subiran Paridamos, mengatakan jika skema Pilpres terjadi di Pilkada Jakarta, maka potensinya bisa saja head to head antara RK dan Anies Baswedan. 

Adapun Anies dikabarkan akan diusung oleh PKB, Nasdem, PKS dan PDIP. Sementara Ridwan Kamil akan diusung oleh koalisi Prabowo-Gibran yakni Golkar, Gerindra, PAN, Demokrat dan PSI.

"Tentu Pilkada Jakarta resmi menjadi pertarungan ulang Pilpres dalam versi yang lebih kecil lingkupnya yakni hanya provinsi Jakarta," kata Biran sapaannya kepada Monitorindonesia.com Jumat (21/6/2024). 

Kata Biran, jika skema itu benar terjadi pada Pilkada Jakarta, maka RK berpotensi memenangkan pertarungan tersebut. 

Kata Biran, alasannya sederhana, meskipun Anies mantan gubernur Jakarta, tetapi data elektoral waktu Pilpres 2024 di Jakarta menunjukkan kemenangan koalisi Prabowo-Gibran. 

"Padahal kita tahu Jakarta diklaim sebagai kandang Anies, karena selain pernah menjadi Gubernur, juga merupakan basis utama PKS. Tetapi waktu pilpres 2024, nyatanya Anies tumbang di Jakarta dengan selisih sangat tipis dengan Prabowo-Gibran," ujarnya. 

Selain itu, jika mengacu data pada Pilgub Jakarta 2017, faktor kemenangan Anies di Pilgub Jakarta kala itu ditentukan diputaran ke 2, itu pun setelah mendapatkan dukungan tambahan kubu AHY-Silvi saat itu. 

"Sehingga tidak akan mudah bagi Anies memenangkan Pilkada Jakarta kali ini, apalagi semua pendukung utamanya untuk menang di Pilkada DKI 2017 lalu sekarang potensi besar jadi lawan di Pilkada Jakarta 2024," ujarnya. 

Lebih lanjut, kata Biran, lawan Anies adalah Ridwan Kamil yang merupakan tokoh dan figur yang kualitasnya sepadan dengan Anies.

"Keduanya berimbang dalam segala dimensi, mulai dari segi retorika politik, popularitas, manajemen kepemimpinan yang baik, track record politik, karya dan prestasi, jaringan nasional dan global, integritas, kapasitas, hingga kemampuan teknis," paparnya. 

"Sehingga Anies tidak akan mudah mendominasi segala medan pertarungan ide, gagasan termasuk karya dan prestasi," tambahnya. 

Apalagi kata Biran, RK memiliki privilese lain ketimbang Anies, karena RK didukung oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih yakni Prabowo-Gibran dan ditambah dengan dukungan Presiden Jokowi. 

Sedangkan dari segi kekuatan finansial, Anies kehilangan sumber logistik seperti di Pilkada 2017 lalu seperti Prabowo, Sandiaga Uno, dan koleganya. 

"Sebaliknya RK akan ditopang oleh jaringan logistik yang kuat dan solid. Komunitas relawan Prabowo-Gibran dan relawan Jokowi potensi turun membantu RK di Pilkada Jakarta, apalagi jika wakilnya adalah Kaesang," demikian Biran.