BREAKINGNEWS

Jadi Menteri ESDM di Era Geopolitik Global Bukan Tugas Mudah, Bahlil: BBM Subsidi Tetap Dijaga

Jadi Menteri ESDM di Era Geopolitik Global Bukan Tugas Mudah, Bahlil: BBM Subsidi Tetap Dijaga
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Jakarta, MI – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan besarnya tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah gejolak geopolitik dunia. Menurutnya, dinamika konflik internasional membuat pengelolaan sektor energi jauh lebih kompleks dibandingkan teori yang dipelajari di bangku kuliah.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan pada Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) di Jakarta.

"Saya harus jujur mengatakan bahwa menjadi Menteri ESDM di era kondisi geopolitik yang tidak menentu itu bukan sesuatu yang gampang," kata Bahlil.

Bahlil mencontohkan situasi ketika konflik di Timur Tengah sempat memicu ancaman penutupan Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dunia. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus bergerak cepat menyiapkan langkah antisipasi agar pasokan energi nasional tetap aman.

Menurutnya, tantangan seperti itu tidak pernah diajarkan secara rinci dalam pendidikan formal sehingga membutuhkan kemampuan mengambil keputusan secara cepat di tengah situasi yang berubah setiap saat.

"Ilmu sekolah enggak cukup. Tidak ada mata kuliah di energi yang mengajarkan kalau Selat Hormuz ditutup harus ambil minyak dari mana. Itu butuh dinamika yang sangat luar biasa," ujarnya.

Di tengah tekanan geopolitik global, Bahlil menegaskan pemerintah tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan energi yang diambil.

Sebagai Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, ia menyatakan seluruh keputusan harus berpihak pada kebutuhan rakyat, terutama dalam menjaga stabilitas harga energi.

"Sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan sebagai kader Partai Golkar, harus mengutamakan kepentingan rakyat dengan berbagai dinamika yang tinggi," katanya.

Bahlil juga mengungkapkan dirinya telah melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak dinaikkan meskipun dunia menghadapi ketidakpastian akibat konflik geopolitik.

Menurutnya, Presiden Prabowo memberikan arahan agar pemerintah tetap menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi.

"Saya melaporkan kepada Bapak Presiden, menyarankan agar harga BBM subsidi tidak perlu kita naikkan. Alhamdulillah harga BBM subsidi tidak ada kita naikkan," ungkap Bahlil.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Jadi Menteri ESDM di Era Geopolitik Global Bukan Tugas Mudah, Bahlil: BBM Subsidi Tetap Dijaga | Monitor Indonesia