Jakarta, MI – Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari mengatakan, pengganti Naniek Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) idealnya dari kalangan profesional.
"Idealnya sosok yang memahami manajerial dengan baik dan menguasai persoalan tata kelola makanan. Kalangan profesional diperlukan agar program MBG tidak terkooptasi pada kepentingan politik tertentu. Dengan begitu, Kepala BGN nantinya dapat menyusun tata kelola MBG yang sesuai dengan prinsif efisien dan efektif," kata Lucy, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Terkait mundurnya Nanik S Deyang karena menjalani pengobatan jantung, politisi Partai Demokrat itu berharap, Naniek cepat pulih seperti sediakala sehingga dapat kembali menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk kemajuan bangsa dan negara.
"Pemulihan kesehatan Naniek sangat diharapkan presiden karena nantinya akan dijadikan pengawas program MBG. Tim pengawas MBG memang sangat diperlukan karena banyaknya persoalan terkait Program MBG," kata Politisi senior Partai Demokrat itu.
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sambungnya, sebaiknya melibatkan Pemerintah Daerah.
"Setidaknya pemda dimasukkan sebagai tim pengawas, sehingga pengawasan dapat menjangkau semua penjuru tanah air. Jadi, tim pengawas idealnya harus orang-orang yang paham penanganan stunting dan intervensi gizi serta tidak terafiliasi dengan kepentingan bisnis dan politik program MBG," terang Lucy.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan itu diumumkan langsung melalui akun Facebook pribadinya pada Selasa (22/7/2026).
Nanik menyebut alasan kesehatannya menjadi penyebab utama pengunduran diri. Ia mengaku telah meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mundur dan menjalani pengobatan di luar negeri.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui," tulis Nanik.
