Jakarta, MI– Ketidakhadiran Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam Sidang Tahunan MPR 2026 kembali menjadi sorotan. Tahun ini menjadi kali ketiga secara berturut-turut Presiden ke-5 RI tersebut tidak hadir dalam forum kenegaraan itu.
PDIP memastikan absennya Megawati bukan karena mengabaikan negara ataupun lebih mengutamakan kepentingan partai. Megawati disebut memiliki agenda internal partai yang bersamaan dengan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan pihaknya berharap Megawati masih dapat hadir dalam Sidang Tahunan MPR pada tahun mendatang.
"Mudah-mudahan," ujar Andreas saat ditemui wartawan di Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa ketidakhadiran Megawati menunjukkan sikap tidak menghargai agenda kenegaraan.
Ketua DPP PDIP lainnya, Djarot Saiful Hidayat, juga membenarkan bahwa Megawati tidak menghadiri Sidang Tahunan MPR karena memiliki agenda lain.
Bukan hanya Sidang Tahunan MPR, Megawati juga dipastikan tidak mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang.
Djarot menyebut Megawati akan mengikuti peringatan HUT Kemerdekaan bersama kader PDIP melalui upacara di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Absennya Megawati tahun ini menjadi perhatian karena sejumlah mantan presiden dan wakil presiden tetap hadir dalam Sidang Tahunan MPR. Di antaranya Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin.
Meski demikian, PDIP menegaskan tidak ada persoalan antara Megawati dan agenda kenegaraan. Partai menyatakan keputusan tersebut berkaitan dengan agenda yang telah disiapkan Megawati.**
