Jakarta, MI — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) menelan sedikitnya 53 korban jiwa. Sebanyak 135 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Besarnya dampak bencana membuat proses evakuasi dan penanganan korban menjadi prioritas. Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), meminta seluruh unsur bergerak cepat dan terkoordinasi.
Ibas menegaskan keselamatan warga harus menjadi fokus utama pemerintah, aparat, petugas kebencanaan, hingga masyarakat di wilayah terdampak.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Saya meminta seluruh pihak terkait, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, petugas kebencanaan, maupun seluruh elemen masyarakat, untuk terus berkoordinasi dan memastikan langkah-langkah penanganan serta evakuasi dilakukan secara cepat dan tepat demi keselamatan masyarakat," kata Ibas, Senin (17/8/2026).
Ibas juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat NTT yang terdampak. Ia meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan.
Menurut dia, masyarakat harus mengikuti informasi resmi serta arahan petugas, terutama jika muncul tanda-tanda potensi bencana lanjutan.
"Bila terdapat tanda-tanda atau peringatan potensi bencana susulan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan petugas dan mencari tempat yang aman," ujarnya.
Data BNPB menunjukkan korban meninggal tersebar di sejumlah wilayah. Kabupaten Manggarai tercatat menjadi daerah dengan korban terbanyak, yakni 25 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 20 orang.
Korban lainnya tercatat di Sikka empat orang, Ende dua orang, serta masing-masing satu orang di Manggarai Barat dan Nagekeo.
"Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian, Kabupaten Manggarai Barat, satu jiwa. Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai: 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa," kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).
Ibas menekankan penanganan bencana tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi antarlembaga diperlukan agar evakuasi korban, pencarian warga terdampak, serta pemulihan wilayah dapat dilakukan secara cepat.
"Semoga NTT diberikan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Mari kita bersama-sama mendoakan keselamatan seluruh masyarakat dan berharap kondisi segera kembali aman dan pulih," tutur Ibas.**
