Jakarta, MI– Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melontarkan kritik keras terhadap praktik eksploitasi kekayaan alam Indonesia yang dinilai hanya menguntungkan segelintir pihak.
Megawati menegaskan, kekayaan alam Indonesia seharusnya dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan dikeruk demi keuntungan pribadi.
Pernyataan itu disampaikan Megawati saat memimpin peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
Menurut Megawati, Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah di darat maupun laut. Potensi tersebut semestinya dikembangkan secara berkelanjutan agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Megawati menyoroti praktik pengerukan tambang yang menurutnya tidak selalu berorientasi pada kepentingan negara dan rakyat.
“Sekarang ini orang kan mulai nggaruk-nggaruk tambang terus, tapi bukan buat pemerintah, bukan buat rakyat, tapi buat dirinya sendiri, keuntungan bagi dirinya sendiri," kata Megawati.
Megawati mengingatkan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan berisiko meninggalkan beban bagi generasi berikutnya. Kekayaan yang seharusnya menjadi modal pembangunan justru bisa habis tanpa memberikan kesejahteraan yang sepadan.
“Lah gimana nanti anak cucu kita miskinlah," lanjutnya.
Megawati menilai kekayaan mineral dan hutan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengangkat kesejahteraan rakyat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan visi jangka panjang dan tidak semata mengejar keuntungan ekonomi sesaat.
“Mineral dan hutan-hutan kita Indonesia bisa makmur sebenarnya dengan sejahtera," ujarnya.
Ia menyebut pengelolaan sumber daya alam merupakan bagian dari pekerjaan besar untuk mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka.
Megawati mengaitkan agenda tersebut dengan gagasan Pola Pembangunan Semesta dan Berencana Abad 21 yang menurutnya perlu dipersiapkan sebagai penjabaran cita-cita besar bangsa.
“Inilah yang harus kita capai melalui Pola Pembangunan Semesta dan Berencana Abad 21 yang harus kita persiapkan sebagai penjabaran cita-cita besar kita," tegas Mega.
Dalam pidatonya, Megawati juga menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai ajang mengingat kembali perjuangan para pendiri bangsa.
Ia menegaskan kemerdekaan bukan garis akhir. Menurutnya, masih ada pekerjaan sejarah yang harus diselesaikan untuk memastikan Indonesia menjadi negara yang mandiri dan mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.
“HUT Kemerdekaan Indonesia harus menjadi momentum penguatan keyakinan kita sebagai bangsa. Mari kita belajar dari sejarah, mari kita hormati dan gunakan pemikiran para pendiri bangsa, mari kita bangun manusia Indonesia sejatinya," ungkapnya.
Megawati menekankan cita-cita kemerdekaan harus terus diperjuangkan oleh generasi sekarang, bukan sekadar dikenang sebagai sejarah.
“Sebab cita-cita Indonesia merdeka bukanlah mimpi belaka dan mimpi itu bukanlah mimpi masa lalu. Ia adalah pekerjaan sejarah yang belum selesai," tekannya.
Ia juga mengingatkan besarnya pengorbanan para pejuang yang gugur sebelum sempat menikmati Indonesia merdeka.
Megawati meminta generasi muda tidak melupakan jasa mereka dan menjadikan semangat perjuangan tersebut sebagai pijakan untuk membangun Indonesia.
“Sebab Indonesia ditakdirkan lahir sebagai bangsa pejuang. Bangsa yang seharusnya bisa lebih berdiri di atas kaki sendiri, berdisiplin tinggi, dan menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa di dunia ini," tandasnya.**
