BREAKINGNEWS

SBY Dukung Target Ekonomi 6 Persen Prabowo, Tapi Ingatkan Tantangan Fiskal

SBY Dukung Target Ekonomi 6 Persen Prabowo, Tapi Ingatkan Tantangan Fiskal
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Jakarta, MI— Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai target Presiden Prabowo Subianto untuk membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level 6 persen bukan perkara mudah.

Namun, angka tersebut dinilai tetap realistis selama pemerintah konsisten menjalankan kebijakan dan menjaga kesehatan fiskal.

SBY menyampaikan pandangan itu saat menanggapi arah kebijakan pemerintah dalam RAPBN 2027 melalui keterangan video dari Rochester, Amerika Serikat, Minggu (16/8/2026).

Menurut SBY, agenda pembangunan pemerintah mulai menunjukkan arah yang lebih jelas dan memberikan harapan. Ia meminta target besar tersebut tidak berhenti sebagai janji politik, tetapi diwujudkan melalui kebijakan yang konsisten.

"Saya melihat bahwa arah cetak biru dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah di tahun depan, menurut saya, semakin baik, semakin jelas, dan memberikan harapan baru bagi kita semuanya," kata SBY.

SBY mengakui pertumbuhan ekonomi 6 persen merupakan target ambisius. Namun, berdasarkan pengalamannya memimpin Indonesia selama satu dekade, pertumbuhan pada level tersebut bukan sesuatu yang mustahil.

"Saya tahu sasaran pertumbuhan ekonomi misalkan 6% itu cukup tinggi, ambisius, meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Saat pemerintahannya, SBY menyebut pertumbuhan ekonomi rata-rata berada di kisaran 6 persen dan diikuti penurunan kemiskinan serta pengangguran, sementara produk domestik bruto dan pendapatan per kapita meningkat.

“Karena pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6 persen. Memang, alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara juga menurun drastis, tetapi PDB termasuk pendapatan per kapita meningkat secara tajam,” kata SBY.

Karena itu, SBY meminta pemerintah tidak hanya mengejar angka pertumbuhan. Stabilitas fiskal, konsistensi kebijakan, pencegahan penyimpangan, dan evaluasi program harus menjadi bagian penting dalam mengejar target tersebut.

Menurutnya, tantangan pemerintah ke depan tidak ringan. Target 6 persen hanya akan bermakna apabila mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Harapannya besar, tapi tantangannya juga tidak ringan. Yang penting lakukan yang terbaik, pemimpin dan pemerintahan kita, agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik," tegas SBY.

Optimisme SBY sejalan dengan keyakinan Prabowo. Dalam Sidang Tahunan MPR di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2026 berpeluang menembus 6 persen.

Keyakinan itu didasarkan pada kinerja ekonomi semester I-2026. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026, sementara pertumbuhan kumulatif semester I mencapai 5,45 persen.

Prabowo menyebut capaian tersebut sebagai pertumbuhan kuartal pertama dan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

"Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin, pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6%," ujar Prabowo.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

SBY Dukung Target Ekonomi 6 Persen Prabowo, Tapi Ingatkan Tantangan Fiskal | Monitor Indonesia