BREAKINGNEWS

BEM UI Desak Prabowo Perbanyak Kerja, 'Diam' dan Mendengar

BEM UI Desak Prabowo Perbanyak Kerja, 'Diam' dan Mendengar
Prabowo Subianto sedang berjoget

Jakarta, MI — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) melontarkan kritik tajam kepada Presiden Prabowo Subianto. Mahasiswa mendesak Prabowo lebih banyak bekerja, mendengar suara rakyat, dan mengurangi pidato yang dinilai tidak menyelesaikan persoalan di lapangan.

Kritik tersebut disampaikan Kepala Bidang Sosial Politik BEM UI Muhammad Hafizh Hernanda saat mengikuti aksi unjuk rasa di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Bagi BEM UI, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan banyaknya pernyataan yang disampaikan kepada publik, melainkan kerja nyata dan kesediaan mendengar kritik.

Hafizh bahkan menyinggung sejumlah istilah yang muncul dalam komunikasi pemerintah terhadap kelompok masyarakat, termasuk sebutan Londo Ireng dan mahasewa.

"Kerja yang benar. Jangan sampai teman-teman pers dipanggil Londo Ireng, teman-teman mahasiswa dipanggil mahasewa. Kami nggak butuh Soekarno yang pidato bla, bla. Kami butuh pemimpin yang mendengarkan kami," katanya.

Pernyataan itu menegaskan tuntutan BEM UI agar Prabowo tidak menjadikan pidato sebagai pusat komunikasi pemerintahan. Mahasiswa meminta Presiden lebih banyak turun melihat persoalan, menerima kritik, lalu membuktikannya melalui kebijakan.

BEM UI juga mengkritik kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang dinilai dapat menekan kemampuan fiskal pemerintah daerah. Menurut mahasiswa, pemerintah pusat harus berhati-hati agar kebijakan anggaran tidak membuat daerah kesulitan membiayai kebutuhan masyarakat.

Kritik tersebut kemudian diarahkan pada sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Patriot Bond, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, hingga Universitas Republik Indonesia.

BEM UI mempertanyakan besarnya kebutuhan anggaran berbagai program tersebut ketika pada saat yang sama daerah menghadapi tekanan fiskal.

Bagi mahasiswa, pemerintah pusat tidak cukup hanya menjelaskan program melalui pidato. Pemerintah harus membuka ruang dialog dan memastikan suara masyarakat serta pemerintah daerah benar-benar masuk dalam proses pengambilan keputusan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

BEM UI Desak Prabowo Perbanyak Kerja, 'Diam' dan Mendengar | Monitor Indonesia