Polres Jakarta Barat Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Pemain Futsal 

  • Whatsapp
Polres Jakarta Barat Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Pemain Futsal 
Monitorindonesia.com -Kasus pembunuhan pemain
futsal di Bulak Teko Kalideres Jakarta Barat bulan April lalu akhirnya direkonstruksi Polres Jakarta Barat Selasa (25/5).
Peristiwa berdarah yang mengakibatkan satu tewas dan satu mengalami luka parah itu diawali dengan bermain futsa antar pemuda Kampung Senin (19/4). Korban tewas MRR (18) dalam perjalanan ke Rumah Sakit dan P mengalami luka bacok. Kasusnya ditangani Sat Reskrimum, Unit Jatanras Polres Jakarta Barat.
Dalam rekonstruksi tersebut dilaksanakan di samping halaman Mapolres Jakarta Barat dengan sebanyak 11 adegan diperankan oleh pelaku IA als A.
Kanit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat AKP Dimitri Mahendra didampingi Kasubnit Jatanras Ipda M Rizky Ali Akbar menjelaskan, bahwa kegiatan rekonstruksi tersebut dilaksanakan sebagai dasar dalam melengkapi berkas perkara penyidikan dan menggali titik terang motif dari pembunuhan tersebut. “Dalam rekonstruksi tersebut sebanyak 11 adegan diperankan oleh pelaku,” kata  AKP Dimitri Mahendra, Selasa, 25/5/2021.
Dimitri menjelaskan dari rangkaian adegan tersebut tampak jelas di adegan ke 7 pelaku menghampiri korban MRR (18) yang terjatuh setelah korban menabrak mobil yang terparkir di sekitar lapangan futsal. “Kemudian dikejar oleh pelaku dan mengayunkan celurit kearah punggung korban sebanyak 1 kali.
Lanjut dalam adegan ke 9 datang lagi korban lainnya saudara P datang menghampiri pelaku dan seketika pelaku kembali mengayunkan celurit ke arah wajah korban saudara P, ” lanjut Dimitri.
Dimana dalam adegan ke 10 korban saudara P menangkis sabetan celurit pelaku dengan tangan kiri korban sehingga mengakibatkan tangan korban mengalami luka sobek akibat sabetan celurit pelaku.
Seperti diketahui sebelumnya Polisi meringkus IA als A pelaku penganiayaan dan pembacokan terhadap 2 remaja di Bulok Teko Kalideres Jakarta Barat hingga salah satu korban MRR (18) menghembuskan nafas terakhir akibat luka bacokan pada bagian punggung korban.
Insiden berdarah tersebut terjadi berawal mula dari adanya pertandingan futsal antara Kelompok Korban (Kampung Kojan Kalideres) dengan kelompok pelaku (Kampung Bulak Teko Kalideres) dengan Perjanjian Tim Yang Kalah harus membayar uang sewa lapangan sebesar Rp365.000.
Adapun masing-masing team telah melakukan perjanjian di antaranya tim Futsal tidak boleh membawa orang dari luar Kampung masing-masing.
Pertandingan berlanjut dan tim futsal korban Kampung Kojan Kalideres kalah dari Tim futsal pelaku yaitu KP Bulak teko
Dimana tim Futsal Kampung Kojan mempermasalahkan pemain Tim Futsal Kamung Bulak Teko cabutan dari luar kampung.  Sehingga Tim Futsal korban (Kampung Kojan) tidak mau membayar uang sewa lapangan yang sudah di sepakati. Akibatnya terjadi cekcok hingga berlanjut ke luar lapangan.
Pelaku IA als A (23) yang  merupakan abang abangan atau senior dari team Kampung Bulak Teko tersebut datang kemudian membacok kedua korbannya.
Diduga pelaku terpengaruhi minuman keras, akibatnya membacok korban secara membabi-buta. (tak)

Pos terkait