PON Jadi Momentum Rekonsiliasi Papua-Jakarta

  • Whatsapp
pon-momentum-rekonsiliasi-papua-jakarta
Fahri Hamzah.[Foto/MI]

Monitorindonesia.com – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menyampaikan sikap terkait persolaan di Papua belakangan ini. Menurutnya, kasus terakhir yakni terbunuhnya seorang Jenderal AD Kabinda itu pertanda adanya jarak antara Jakarta-Papua.

“Itu dari dulu saya katakan berbahaya bila kita memahami infrastruktur sebagai infrastruktur fisik, sehingga kita jarang membangun infrastruktur pemikiran ataupun pengertian,” ujar Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019, Sabtu (1/5/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kasus-kasus di Papua yang terjadi justru muncul pada saat akselerasi pembangunan infrastruktur fisik di Papua, serta persiapan PON Oktober 2021.

“Karena itu saya mohon pak Jokowi menurunkan tim yang lebih konperhnsif menjelang PON Papua ini agar momen nanti betul-betul menjadi momentum rekonsiliasi dan persatuan nasional yang dilakukan di Papua untuk seluruh bangsa Indonesia,” kata Fahri Hamzah.

Ia mengatakan, pelaksanaan PON harus menjadi memontum penting untuk mengintropeksi bahwa selama ini ada jarak antara Jakarta-Papua. Dikatakan Fahri, yang berbahaya bukan jarak fisik tetapi jarak pengertian jarak perasaan yang harus diselesaikan bersama.

“Mudah-mudahan PON ini bisa menjadi momentum penyelesaian, bukan saja rekonsiliasi bagi bangsa Indonesia secara umum tetapi khususnya rekonsiliasi bagi Papua. Mudah-mudahan ini dapat dipahami sebagai project kedepan,” katanya.[man]

 

Pos terkait