Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal yang Digelar Pemprov Bali

  • Whatsapp
Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal yang Digelar Pemprov Bali
Presiden Jokowi meninjau vaksinasi massal di Bali beberapa waktu lalu. [Foto/ Seskab]

Monitorindonesia.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya ke Bali, berkesempatan meninjau jalannya vaksinasi massal yang digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Balidi Haris Hotel & Residences Sunset Road, Kota Denpasar, Bali, Selasa (16/3/2021). Sebanyak 500 orang mengikuti pelaksanaan vaksinasi massal yang terselenggara atas kerja sama Pemprov dengan para pelaku pariwisata melalui sejumlah asosiasi di sektor pariwisata setempat.

Hadir dalam peninjauan tersebut di antaranya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo, serta Gubernur Bali Wayan Koster.

Bacaan Lainnya

Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Chapter Bali, Agus Made Yoga Iswara mengatakan, vaksinasi massal merupakan salah satu upaya mengatasi penyebaran pandemi sekaligus menjaga keseimbangan dan percepatan pemulihan ekonomi Bali yang memang bertumpu pada sektor pariwisata.

“Ada beberapa asosiasi yang terlibat berkolaborasi bersama-sama baik dalam proses verifikasi sampai vaksinasi. Vaksinasi ini kita awali dengan pendataan secara komprehensif meliputi nama lengkap dengan kuesioner kesehatannya untuk bisa merangkul para pelaku usaha wisata di Bali,” terang Agus.

Dalam waktu satu minggu, tepatnya mulai tanggal 22 hingga 28 Februari, terdata sebanyak 90.195 peserta yang berasal dari sektor pariwisata Bali. Kemudian, sejak 10 Maret 2021 lalu, vaksinasi bagi para pelaku usaha pariwisata tersebut mulai berjalan.

Para pelaku usaha pariwisata, dalam skema kerja sama tersebut, menyiapkan lokasi pelaksanaan vaksinasi dan mendata para pekerja pariwisata setempat untuk kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Selanjutnya, pemerintah daerah akan langsung menindaklanjuti inisiatif tersebut dan mengoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan agar dapat dilakukan vaksinasi.

“Saat ini tercatat kurang lebih 3.810 pelaku pariwisata yang sudah divaksinasi dari total 90.195. Jadi kurang lebih ada 3,7 persen yang divaksinasi,” tuturnya.

Skema kerja sama yang ditempuh itu merupakan bentuk usaha bersama dalam rangka gotong royong memulihkan dan menjaga kepercayaan terhadap pariwisata Bali yang terdampak pandemi.

Selain itu, vaksinasi massal tersebut juga dilakukan dengan maksud untuk tetap menjaga kesehatan dan keamanan masyarakat, khususnya pekerja di sektor pariwisata, selama menjalankan aktivitasnya dengan produktif.

“Harapannya ini menjadi penciptaan trust yang baik dan juga confidence untuk pelaku pariwisata Bali untuk bangkit. Kolaborasi inilah yang sangat indah terjadi di Bali,” sebut Agus.

Dalam proses vaksinasi ini, stakeholder pariwisata bergotong royong mendukung program pemerintah seperti apa yang terjadi hari ini, demikian Ketua IHGMA Chapter Bali, Agus Made Yoga Iswara. (Ery)

Pos terkait