Prodem Nilai Bansos Tunai Jadi Ladang Korupsi Baru

  • Whatsapp
Prodem Nilai Bansos Tunai Jadi Ladang Korupsi Baru
Tri RIsmaharini. (Foto: Humas Setkab)

Jakarta, Monitorindonesia.com – Prodem menilai tidak tepat kebijakan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang membagikan bantuan sosial (bansos) pandemi Covid-19 secara tunai. Langkah tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan penerima yaitu beras sebesar 15 kg yang jauh lebih banyak diterima dibandingkan membeli dipasar dengan mengunakan bantuan sosial tunai.

“Bansos Tunai justru dapat menimbulkan terjadinya tindak pidana korupsi yang lebih besar,” ujar
Ketua Prodem Iwan Sumule, Minggu (18/4/2021).  Menurutnya,  fakta yang terjadi dimana oleh Kapolres Bogor AKBP Harun mengungkap fakta baru terkait kasus penyalahgunaan dana bantuan sosial tunai (BST) Kemensos terhadap 30 orang warga Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Polisi pun menetapkan Sekretaris Desa (Sekdes) di Desa Cipinang Endang Suhendar sebagai tersangka korupsi bansos Kemensos. Sekdes Cipinang bernama Endang Suhendar menarik setoran dari stafnya berinisial LH (32). LH yang diketahui sebagai Lukman Hakim sudah lebih dulu menjadi tersangka dalam kasus ini.

Korupsi program Bansos Tunai yang serupa banyak terjadi didaerah daerah lain. “Ini saja di kabupaten Bogor yang dekat dengan ibukota,bagaimana dengan daerah luar jawa. Yang sistim pendataan penduduk masih belum lengkap dan belum ada bank bank berdiro akhirnya Bansos Tunai hanya jadi sumber korupsi,” ungkapnya.[ben]

Pos terkait