PTTUN Anulir Putusan PTUN Soal Ucapan Jaksa Agung, Keluarga Korban Tragedi Semanggi I dan II Ajukan Kasasi

  • Whatsapp
PTTUN Anulir Putusan PTUN Soal Ucapan Jaksa Agung, Keluarga Korban Tragedi Semanggi I dan II Ajukan Kasasi
Maria Catarina Sumarsih

Monitorindonesia.com – Keluarga korban tragedi Semanggi I dan II mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan banding Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta yang menganulir Putusan PTUN Jakarta terkait ucapan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin soal peristiwa Semanggi I dan Semanggi II di rapat kerja bersama Komisi III DPR.

Salah satu keluarga korban Semanggi I dan II, Maria Catarina Sumarsih berharap, MA dapat mengabulkan gugatan para korban. MA juga diminta untuk menyatakan perbuatan Jaksa Agung merupakan perbuatan melawan hukum.

“MA juga memerintahkan Jaksa Agung harus menyatakan di depan DPR bahwa kasus tersebut merupakan pelanggaran HAM berat,” kata Sumarsih, kepada wartawan, Rabu (07/04/21).
Menurut Sumarsih, Majelis Hakim PT TUN salah dalam menerapkan hukum di Indonesia. Alasannya, Majelis menyebut keluarga korban selaku penggugat tak mengajukan banding administratif terlebih dahulu.

“Makanya, keluarga korban berharap agar Majelis Hakim MA mengabulkan gugatan korban agar komitmen Presiden Joko Widodo yang mau menyelesaikan kasus pelanggaran berat HAM masa lalu, serta menghapus praktek impunitas melalui program Nawacita,” jelas Sumarsih.

Dalam memori kasasi itu, keluarga korban korban Tragedi Semanggi I dan Semanggi II mendesak Jaksa Agung untuk mengaktifkan Satuan Tugas Penuntasan Pelanggaran HAM Berat dan membawa persoalan ini ke tahap penyidikan.
“Kami juga mendesak Presiden menepati janji menyelesaikan pelanggaran berat HAM masa lalu dan memastikan keadilan bagi para korban,” tambah Sumarsih.

Jaksa Agung dalam rapat kerja dengan DPR menyatakan, hasil Pansus DPR sebelumnya diputuskan, tragedi Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM berat. Pernyataan itu pun digugat ke PTUN oleh para keluarga korban. Majelis hakim PTUN menyatakan tindakan Jaksa Agung itu melawan hukum.

Kendati demikian, Majelis Hakim PT TUN Jakarta mengabulkan banding yang diajukan Jaksa Agung terkait pernyataannya terhadap peristiwa Semanggi I dan Semanggi II. Putusan itu membuat harapan Sumarsih dan Hi Kim Ngo, orang tua korban peristiwa itu kandas.
Dasar keputusan Majelis Hakim PT TUN Jakarta membatalkan putusan PTUN Jakarta, karena PTUN Jakarta dinilai belum berwenang memutus perkara gugatan yang diajukan oleh keluarga korban Semanggi I dan II itu. Sebab, para Advokat selaku penerima kuasa dari penggugat dinilai belum mengajukan upaya banding administratif.

Atas putusan Majelis Hakim PT TUN itu, Jaksa Agung Muda Bidang Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Agung, Feri Wibisono pun mengatakan, pihaknya siap menghadapi kasasi yang akan dilayangkan oleh keluarga korban peristiwa Semanggi I dan II.

“Kemudian dari PT TUN dalam banding mengoreksi putusan pengadilan tingkat pertama, sehingga nanti kita uji dikasasi lagi, biarkan yuridis saja apa adanya,” pungkas Feri. (Fanal Sagala)

Pos terkait