Puan : Solidaritas Global Satu-satunya Pilihan Atasi Pandemi COVID-19

  • Whatsapp
Ketua DPR Sebut Kampus hanya Dijadikan Sebuah Pabrik Gelar Akademis
Ketua DPR RI Puan Maharani [Foto-dpr.go.id]

Monitorindonesia.com – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong parlemen dari negara-negara yang tergabung dalam Majelis Persatuan Antar-Parlemen (Inter-Parliamentary Union/IPU) untuk aktif mengupayakan pemerataan ketersediaan vaksin di seluruh dunia.

“Solidaritas global menjadi satu-satunya pilihan yang harus diambil untuk mengatasi potensi memburuknya dampak pandemi COVID-19 di tengah peningkatan jumlah kasus di berbagai negara,” kata Puan Maharani, dalam keterangannya, Senin (17/5/2021).

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan lewat pesan video dalam rangka sidang ke-142, Majelis Persatuan Antar-Parlemen (Inter-Parliamentary Union/IPU) yang akan diadakan di Jenewa, Swiss, pada 24-28 Mei 2021.

Puan menilai, kondisi dunia saat ini berada pada situasi genting terkait pandemi COVID-19, dan vaksinasi memang sudah dilakukan di sejumlah negara, namun distribusinya tidak merata.

“Parlemen negara anggota IPU bisa memainkan peran penting terkait hal ini. Parlemen negara anggota IPU mesti mendesak negara produsen vaksin untuk meningkatkan produksinya secara optimal,” tuturnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut berpendapat, ketimpangan distribusi vaksin memang menjadi persoalan yang mengkhawatirkan. Sudah saatnya mengedepankan solidaritas global dan negara-negara yang surplus persediaan vaksin harus didorong untuk membagi stok vaksin yang dimilikinya dengan negara lain.

“Negara tertentu, seperti Inggris dan Kanada, telah memesan vaksin dalam dosis yang jumlahnya beberapa kali lipat dibanding jumlah penduduk dewasanya. Di saat yang sama, banyak negara lain yang belum dapat mengakses vaksin hingga saat ini,” tambahnya.

Menurut Dia, pandemi COVID-19 akan semakin sulit diatasi bila vaksinasi tidak merata di seluruh dunia sebagai jalan menuju kekebalan kelompok atau “herd immunity”. Kekhawatiran semakin bertambah karena meningkatnya dinamika penularan virus membuat kondisi tahun ini berpotensi lebih buruk dibanding 2020 sebagaimana diperingatkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Saatnya dunia bersatu. Kita berpacu dengan waktu untuk melakukan vaksinasi secara global di tengah ancaman kecepatan virus yang terus bermutasi,” pungkasnya.

Pos terkait