Puluhan Orang Tewas dalam Kerusuhan Festival Keagamaan di Israel

  • Whatsapp
Puluhan Orang Tewas dalam Kerusuhan Festival Keagamaan di Israel

Monitorindonesia.com – Puluhan orang tewas dalam sebuah kerusuhan pada saat melangsungkan festival keagamaan di wilayah timur laut Israel, Kamis (29/04/2021) . Layanan gawat darurat nasional, Magen David Adom (MDA) menuturkan bahwa puluhan lainnya terluka dalam kejadian festival Lag B’Omer di kaki gunung Meron.

Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu mengambarkan kejadian itu seperti bencana besar dan dia berdoa untuk semua korban yang dirugikan.

Bacaan Lainnya

Dilaporkan bahwa festival tersebut dihadiri oleh puluhan ribu orang, itu merupakan perayaan yang paling besar di Israel sejak pandemic melanda.

Puluhan ambulans tiba di lokasi kejadian dan bantuan layanan gawat darurat lainnya membaringkan para korban yang ditutupi dengan plastic di tanah. Polisi mengevakuasi semua orang di lokasi kejadian.

Petugas layanan gawat darurat mengatakan bahwa tedapat 38 korban dalam keadaan kritis di lokasi kejdian dengan enam korban lainnya terluka parah tetapi sudah dievakuasi dan yang lainnya mengalami luka ringan.

“MDA sedang berjuang menyelamatkan puluhan korban luka-luka dan tidak akan menyerah sampai semua korban dievakuasi” sebuah unggahan di sosial media twitter mengungkapkan.

Laporan awal berpendapat bahwa kerusuhan terjadi karena rubuhnya susunan pembatas festival tetapi kemudian petugas MDA mengatakan bahwa kerusakan itu terjadi karena kerusuhan. Kepolisian menginformasikan kepada Haaretz bahwa kerusuhan terjadi setelah beberapa peserta festival tergilincir menyebabkan puluhan orang terdesak jatuh.

“Kejadian itu terjadi sangat cepat, orang- orang terjatuh dan saling menginjak satu sama lain. Itu bencana,” seorang saksi menuturkan kepada salah satu harian berita.

Video yang diunggah di beberapa pertunjukan online tampak ribuan orang saling berdesakan berkumpul untuk acara festival tersebut sebelum akhirnya saling berusaha melarikan diri dari kekacauan sampai kecelakaan tidak bisa dihindari.

Salah satu peziarah dilaporkan bahwa adanya anggapan peringatan bom ketika pesan pengeras suara menyatakan untuk membubarkan khalayak ramai tersebut.

“Tidak ada yang membayangkan ini akan terjadi disini” pria tersebut menuturkan melalu siaran 12 TV. “Kegembiraan menjadi kesedihan, cahaya benderang menjadi gelap gulita”
Yanki Farber, seorang reporter menggambarkan kejadian tersebut sebagai bencana besar melalui website Orthodox Jewish.

“Ribuan orang lebih berkumpul bersama mencoba bersatu di tempat yang sangat kecil, jalanan yang sangat sempir dan mereka terjatuh dan saling menimpa,” dia menambahkan penjelasan ke BBC.

Pada pagi hari para petugas mengatakan bahwa mereka tidak bisa memaksakan pembatasan dengan alasan Covid-19 di lokasi kejadian karena kerumunan tersebut sangat besar. Kepolisian dilaporkan telah menahan dua orang yang mencoba mengganggu usaha petugas untuk tetap menjaga antrian teratur sebelum terjadi kerusuhan tersebut.

Puluhan ribu umat Yahudi Ortodoks melakukan ziarah di Meron untuk Lag B’Omer setiap tahunnya yang merupakan libur nasional tahunan untuk perayaan keagamaan yang ditandai dengan api unggun sepanjang malam, berdoa dan menari .

Menurut media berita Times of Israel, para panitia telah memperkirakan 100.000 orang akan hadir dalam perayaan tersebut Kamis malam (29/04/2021) dan selebihnya akan tiba pada Jumat (30/04/2021).

Perayaan tahun lalu dibatasi tetapi karena Israel berhasil dengan program vaksinasi tercepat di dunia maka perayaan dalam beberapa bulan terakhir sudah diizinkan tanpa protocol Covid-19. [Yohana RJ]

Sumber: BBC

Pos terkait